Berita

Pemerintah kejar kemandirian energi dari EBT hadapi situasi geopolitik

Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pemerintah Indonesia Percepat Kemandirian Energi Lewat EBT

Situasi geopolitik global yang kian memanas mendorong Pemerintah Indonesia untuk bergerak cepat mengamankan ketahanan energi nasional. Sebagai respons terhadap ketidakpastian global, pemerintah mengombinasikan solusi taktis jangka pendek dengan percepatan transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai pilar kemandirian energi jangka panjang.

Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan domestik.

“Situasi geopolitik saat ini semakin rumit dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan energi kita. Pemanfaatan sumber daya alam sendiri menjadi solusi utama dalam memenuhi tingginya kebutuhan energi rakyat Indonesia,” ujar Hashim di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin.

1. Ancaman Selat Hormuz & Dampaknya bagi RI

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Ketegangan di Timur Tengah yang berisiko menutup selat ini memicu ancaman serius bagi Indonesia, di antaranya:

  • Krisis Pasokan: Ancaman kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) mentah beserta produk turunannya akibat terganggunya jalur distribusi.
  • Kerentanan Ekonomi: Ketergantungan pada impor minyak mentah membuat harga energi domestik sangat sensitif terhadap gejolak politik luar negeri.

2. Solusi Jangka Pendek: Amankan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Untuk mengantisipasi dampak langsung krisis Timur Tengah tahun ini, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan langkah diplomasi strategis dengan mengamankan pasokan energi alternatif.

  • Kesepakatan Strategis: Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui pengiriman 150 juta barel minyak ke Indonesia untuk tahun ini.
  • Stabilitas Harga & Subsidi: Pasokan ini memastikan stok BBM nasional aman dan harganya tetap stabil. Pemerintah juga menjamin tidak ada penghapusan subsidi bagi masyarakat kelas bawah dalam mempertahankan stabilitas harga ini.

3. Strategi Jangka Panjang: Transisi ke Energi Terbarukan

Meskipun pasokan minyak untuk saat ini aman, pemerintah menyadari bahwa perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz bisa terjadi kembali kapan saja. Oleh karena itu, transisi menuju kemandirian energi mutlak dilakukan melalui pengembangan EBT.

Salah satu langkah nyata yang sedang dikejar pemerintah adalah memaksimalkan potensi lokal, seperti Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batoq Kelo yang diproyeksikan memiliki kapasitas 300 Megawatt (MW).

Menuju Target Net Zero Emission (NZE)

Langkah percepatan EBT ini tidak hanya bertujuan untuk melepaskan ketergantungan Indonesia dari pasokan asing, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen hijau di panggung internasional.

Visi kemandirian energi ini sejalan dengan komitmen tegas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum PBB, yaitu mencapai target emisi nol bersih (Net Zero Emission) pada tahun 2060, atau bahkan bisa terealisasi lebih cepat.

sumber:
https://www.antaranews.com/berita/5581519/pemerintah-kejar-kemandirianenergi-dari-ebt-hadapi-situasi-geopolitik

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO