18 Juta Hektar Hutan Alam

Indonesia terus kehilangan hutan alam dalam skala besar selama lebih dari tiga dekade terakhir. Data Yayasan Auriga Nusantara melalui platform MapBiomas Indonesia menunjukkan, sejak 1990 hingga 2024, Indonesia telah kehilangan sekitar 18 juta hektar hutan alam.
Kehilangan hutan terjadi di berbagai bentang alam penting, mulai dari hutan dataran rendah, rawa gambut, mangrove, hingga kawasan hutan pegunungan. Dalam periode itu, hutan rawa gambut menjadi salah satu ekosistem yang mengalami tekanan paling besar, dengan tingkat kehilangan yang sangat tinggi dibanding formasi hutan lainnya.
Sisi lain, sawit jadi wilayah non alami yang bertambah dengan cepat dalam 35 tahun. Dari sekitar 1 juta hektar pada 1990, bertambah jadi 16,5 juta hektar. Setidaknya ada 17 juta hektar sawit sampai 2024.
Kebun kayu atau hutan tanaman industri (HTI) menempati urutan kedua ekspansi tercepat dan terluas, yakni 2,3 juta hektar. Sementara, lubang tambang, pemukiman, memiliki persentase ekspanse tertinggi, masing-masing naik 989,5% dan 17,2% sejak 1990. Lahan pertanian lain mengalami penurunan luas 16,46 juta hektar.
Data ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap hutan Indonesia masih berlangsung serius. Jika tren kehilangan hutan terus terjadi, dampaknya tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem penting, tetapi juga kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan sebagai sumber ruang hidup dan sumber air.
Sumber : Mongabay / Yayasan Auriga Nusantara / MapBiomas Indonesia
https://www.instagram.com/p/DYQ1IPjxsv-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ%3D%3D
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




