Dokumen

Visi 2045 menuju ketahanan air

World Bank mendapatkan permintaan dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan kajian Indonesia: The Path to Water Security. Kajian ini dilakukan di bawah kepemimpinan dan bimbingan dari Direktorat Pengairan dan Irigasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengidentifikasi kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Secara khusus, kajian ini bertujuan untuk melakukan penilaian analitis yang akan membantu para pembuat keputusan di tingkat nasional untuk (a) memahami dampak ekonomi dari ancaman terkait air jika dibiarkan tidak ditangani; (b) menetapkan strategi untuk sistem air yang berkelanjutan, tangguh, dan produktif; (c) mengidentifikasi area penguatan kerangka kelembagaan dan peraturan untuk pengelolaan sumber daya air; dan (d) mencari cara untuk mengatasi tuntutan persaingan atas sumber daya dalam konteks pembiayaan publik yang terbatas. Policy Note ini merangkum hasil-hasil penelitian dari Laporan Diagnostik yang komprehensif. Policy Note ini berisi ikhtisar tentang ancaman dan tantangan utama serta tindakan yang direkomendasikan untuk mengatasinya. Laporan Diagnostik memberikan latar belakang dan analisis lengkap. Kajian ini dilakukan dalam bentuk kemitraan dengan pemerintah dan konsultasi penuh dengan pemangku kepentingan lainnya. Dimulai dengan studi pustaka, dimana hasil penelitian awal diverifikasi dan dikembangkan lebih lanjut melalui proses konsultatif. Di samping dilakukan serangkaian konsultasi untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik, diadakan juga serangkaian diskusi kelompok terfokus (FGD) pada topik-topik berikut: (a) kualitas air dan pengendalian pencemaran; (b) pengelolaan wilayah sungai dan alokasi sumber daya air; dan (c) pengelolaan air tanah. Hingga saat ini, draf dari Laporan Diagnostik yang dihasilkan dari proses diatas telah dibagikan kepada lebih dari 30 departemen pemerintah. Masukan yang didapatkan dari konsultasi dan dari pertemuan bilateral sangat berharga dalam menyempurnakan temuan dan rekomendasi untuk kajian ini. Laporan Diagnostik dan Policy Note ini didasarkan pada analisis dari dua laporan pelengkap. Pertama, World Bank melakukan kajian ekonomi terkait biaya terhadap tidak adanya tindakan yang diambil terkait ancaman air yang dipilih, yang diberi judul ‘Ancaman Terkait Air terhadap Perekonomian Indonesia’. Studi ini dilakukan oleh para konsultan dengan menggunakan kerangka pemodelan Computable General Equilibrium (CGE). Kedua, dilakukan prediksi terkait kebutuhan air dan kelangkaan air di wilayah sungai di Indonesia pada tahun 2030 dan 2045. Rincian dari metodologi, sumber data, dan asumsi disajikan dalam laporan Indonesia’s Future Water Stress. Laporan ini akan saling berkaitan dengan dua dokumen lain yang berfokus pada pengelolaan air perkotaan di Indonesia, yang dipersiapkan pada saat yang bersamaan, Kerangka Kerja Nasional untuk Pengelolaan Air Perkotaan Terpadu dan laporan analitik terkait Ketahanan Air di Jabodetabek.

sumber :

https://documents1.worldbank.org/curated/en/099955012072141213/pdf/P1707570f6196802e0aa0502e431b42d79f.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO