Berita

Berapa Banyak Spesies yang Akan Punah Akibat Perubahan Iklim?

Perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Ratusan penelitian telah dilakukan untuk memproyeksikan respons berbagai spesies terhadap perubahan iklim, namun belum ada upaya untuk menarik kesimpulan besar dari semua riset tersebut. Studi terbaru oleh Mark Urban dan rekannya dari University of Connecticut, yang diterbitkan dalam jurnal Science, berhasil mengisi kekosongan ini.

Motivasi di Balik Penelitian

Mark Urban menjelaskan bahwa motivasi utama penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana perubahan iklim akan memicu risiko kepunahan spesies. “Saya ingin memberikan masukan kepada pengambil keputusan yang ingin tahu persis bagaimana perubahan iklim akan memengaruhi keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Proyeksi Kepunahan Spesies

Saat ini, suhu Bumi telah meningkat sekitar 1,3 derajat Celsius. Jika negara-negara memenuhi tujuan Kesepakatan Paris 2015 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, diperkirakan 1,8% spesies akan berisiko punah pada akhir abad ini. Namun, jika pemanasan global tidak terkendali dan mencapai 4 derajat Celsius, risiko kepunahan akan melonjak hingga 30% spesies.

Dalam skenario terburuk ini, Bumi berpotensi kehilangan sekitar 160.000 spesies, dan hampir 3 juta spesies bisa terancam punah. Cristian Román-Palacios, ilmuwan data biologi di Universitas Arizona, menyatakan bahwa “30% itu mungkin merupakan skenario terbaik dari kasus terburuk.”

Tantangan dalam Melindungi Spesies

John Wiens, ahli biologi evolusi di Universitas Arizona, menekankan bahwa upaya global diperlukan untuk menyelamatkan spesies dari kepunahan. Meskipun melestarikan habitat alami melalui kawasan lindung atau taman nasional adalah langkah penting, hal ini tidak selalu cukup untuk melindungi spesies dari dampak perubahan iklim.

“Meskipun kita menghentikan semua kerusakan hutan hujan dan menjadikannya cagar alam, kita masih bisa kehilangan sepertiga spesies di Bumi. Solusi yang lebih global, seperti mengurangi emisi karbon, sangat diperlukan,” jelas Wiens.

Spesies yang Paling Rentan

Menurut Urban, amfibi seperti katak dan salamander termasuk spesies yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh habitat mereka yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Upaya konservasi yang terarah dapat membantu memperlambat kepunahan, namun Urban menegaskan bahwa hal ini bukan pengganti untuk mengurangi emisi karbon.

Pilihan bagi Para Pembuat Kebijakan

Studi ini memberikan pilihan yang jelas bagi para pembuat kebijakan. “Apakah kita akan membatasi emisi sekarang dan berupaya melindungi spesies yang terancam, atau memilih cara lain yang akan merusak dunia kita?” kata Urban.

Perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati global. Studi oleh Mark Urban dan timnya memberikan gambaran yang jelas tentang risiko kepunahan spesies jika pemanasan global tidak segera dikendalikan. Upaya konservasi dan pengurangan emisi karbon harus dilakukan secara bersamaan untuk melindungi spesies dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Sumber: Kompas.com

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO