Indonesia bawa pelobi bahan bakar fosil ke COP30?

Dituding Bawa Pelobi Fosil ke COP30 Indonesia Terima “Fossil of The Day” dari CAN International
Indonesia menjadi sorotan di tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim COP30 di Brasil setelah menerima penghargaan yang tidak diinginkan, yaitu “Fossil of The Day” dari Climate Action Network (CAN) International. Koalisi yang terdiri dari lebih dari 1.900 organisasi masyarakat sipil ini menuding Indonesia menyertakan pelobi bahan bakar fosil ke dalam delegasi resminya.
Apa Tudingan CAN International?
CAN International menilai Indonesia sebagai contoh buruk bagi negara berkembang karena dianggap meniru jejak negara maju dalam melibatkan pelobi bahan bakar fosil dalam negosiasi iklim.
Pasal dan Intervensi yang Dituduhkan:
Tuduhan utama yang mendasari penghargaan ini adalah adanya intervensi pelobi bahan bakar fosil dalam negosiasi yang sangat krusial, yaitu Pasal 6.4 mengenai pasar karbon.
- Pelemahan Aturan Pasar Karbon: Direktur Regional dan Koordinator CAN Asia Tenggara, Nithi Nesadurai, memaparkan bahwa usulan yang disuarakan Indonesia dituding bertujuan melemahkan tata kelola pasar karbon dan membuka peluang bagi proyek perdagangan kredit karbon yang seharusnya tidak disetujui.
- Melawan Sains dan Integritas Lingkungan: Nithi menegaskan bahwa “Upaya melemahkan aturan, perlakuan, dan perlindungan dalam pasar karbon secara langsung bertentangan dengan sains, serta merusak integritas lingkungan yang justru seharusnya dijaga oleh mekanisme 6.4.”
- Konflik Kepentingan: CAN tidak dapat menerima intervensi yang didasarkan pada kepentingan pelobi industri Indonesia, yang memiliki kepentingan material langsung maupun tidak langsung dalam pasar karbon. Kelompok ini disebut akan diuntungkan dari aturan yang dilonggarkan, yang merupakan konflik kepentingan yang jelas.
Peringatan dan Laporan Global
CAN International mengirimkan pesan tegas kepada pemerintah Indonesia agar tidak menyuarakan kepentingan pelobi fosil. Tujuan dari proses COP adalah melindungi manusia dan planet, dan Indonesia seharusnya bernegosiasi dengan itikad baik.
Tudingan ini diperkuat oleh laporan dari koalisi Kick Big Polluters Out (KBPO) yang menyebutkan bahwa:
Sebanyak 1.600 pelobi bahan bakar fosil telah diberikan akses ke COP30, yang setara dengan satu dari setiap 25 orang di Belém, menjadikannya persentase tertinggi yang pernah tercatat.
(Catatan: Penghargaan “Fossil of the Day” adalah penghargaan satir yang diinisiasi oleh German NGO Forum pada tahun 1999 untuk menyoroti negara yang dinilai paling ‘memblokir’ kemajuan negosiasi iklim pada hari tersebut.)
Tanggapan Resmi Delegasi Indonesia
Menanggapi tudingan tersebut, salah seorang anggota delegasi Indonesia di COP30, yang meminta namanya dirahasiakan, membantah keras keberadaan pelobi bahan bakar fosil dalam delegasi:
“Tidak ada itu. Itu fitnah yang keji. Jika paviliun kita disponsori Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu memang benar, tapi mereka tak mengintervensi dalam perundingan karbon,” bantahnya.
Meskipun mengakui adanya keterlibatan BUMN energi sebagai sponsor paviliun, pihak delegasi menolak tuduhan intervensi dalam substansi negosiasi.
sumber:
https://www.dw.com/id/indonesia-bawa-pelobi-bahan-bakar-fosil-ke-cop30/a-74792188
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




