Walhi Sultra Soroti Aktivitas Tambang yang Dianggap Berkontribusi pada Banjir Lumpur di Kolaka

Banjir lumpur yang menerjang ratusan hektare sawah di Kolaka kembali memicu perhatian publik terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tenggara meng klaim bahwa operasional beberapa perusahaan, termasuk PT IPIP dan PT Vale Indonesia, diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan yang memicu bencana tersebut.
Walhi menilai perubahan bentang lahan dan hilangnya tutupan vegetasi di sekitar area tambang membuat tanah lebih rentan longsor dan terbawa aliran air saat hujan lebat turun. Mereka mendesak pemerintah daerah serta instansi pengawas lingkungan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan hubungan antara aktivitas industri dan peristiwa banjir lumpur ini.
Sementara itu, pihak perusahaan yang disebut dalam laporan Walhi belum menyampaikan tanggapan resmi atau sedang melakukan kajian internal terkait tuduhan tersebut. Pemerintah daerah juga diminta mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi sawah yang rusak serta menjamin keberlanjutan mata pencaharian para petani terdampak.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas pertambangan dan perlindungan lingkungan, agar pembangunan ekonomi tidak mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
https://www.instagram.com/reels/DRCi1T8kpbJ
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




