Dokumen

Panduan perencanaan bus listrik untuk transportasi publik perkotaan

Elektrifikasi transportasi publik merupakan salah satu parameter improve dalam kerangka transportasi
berkelanjutan. Umumnya, alasan utama dibalik pemutakhiran teknologi dalam sektor transportasi publik
adalah pertimbangan mengenai krisis iklim.

Transportasi darat berbasis jalan menyumbang lebih dari tiga perempat emisi CO2 dari keseluruhan sektor transportasi pada tahun 20201. Apabila tidak diikuti dengan intervensi berbasis kebijakan di tingkat global, emisi CO2 global tahunan dari sektor transportasi akan meningkat sebesar 75% dalam rentang waktu 35 tahun2. Pada tahun 2055, emisi global kumulatif dari transportasi penumpang berbasis listrik atau bahan bakar fosil perkotaan akan meningkat sebesar lebih dari 25% dibandingkan dengan angka di tahun 20153.

Di tingkat regional untuk kasus Jakarta, jika dibandingkan dengan semua jenis moda transportasi, bus
kota berkontribusi terhadap masing-masing 45,7% dan 21,4% emisi CO2 dan polusi udara. Emisi dan polusi udara menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan pernapasan manusia. Sebagai contoh, partikel halus dan polusi ozon dari sektor transportasi bertanggung jawab atas sekitar 350.000 kematian di seluruh dunia sejak 20104.

Pada 2018, 4 dari 5 bus yang digunakan di seluruh dunia masih menggunakan mesin diesel yang
sudah tua dan menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi. Oleh karena itu, peningkatan teknologi armada transportasi publik dapat diraih melalui upaya kolektif di seluruh dunia. Armada bus lebih diprioritaskan untuk dielektrifikasi dibandingkan dengan kendaraan angkutan jalan lainnya karena karakteristiknya.

sumber:

https://itdp-indonesia.org/wp-content/uploads/2025/06/Panduan-Perencanaan-Bus-Listrik-untuk-Transportasi-Publik-Perkotaan-1.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO