Proper DAS 2025: Alarm Keras bagi Industri Penjaga Sungai Indonesia

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, pemerintah mewajibkan perusahaan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) untuk mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (Proper DAS) 2025. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengendalikan pencemaran sungai yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas industri, domestik, dan pertambangan.
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup tengah melakukan penilaian terhadap 517 perusahaan yang berada di DAS prioritas, yakni Citarum, Ciliwung, Tukad Badung, dan Tukad Mati. Kawasan-kawasan tersebut dinilai mengalami tekanan lingkungan yang sangat berat dan membutuhkan pengawasan lebih serius.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa Proper DAS bukan sekadar alat pemeringkatan, tetapi juga instrumen strategis untuk pengendalian pencemaran.
Menurutnya, Proper tidak hanya menilai tingkat kepatuhan perusahaan terhadap aturan lingkungan, tetapi juga mendorong inovasi dan transparansi dalam tata kelola lingkungan hidup. Perusahaan didorong untuk melakukan pengurangan dampak lingkungan serta menghadirkan berbagai inovasi berkelanjutan.
Program Proper DAS menilai perusahaan berdasarkan sejumlah indikator penting, seperti pengelolaan air dan udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3, efisiensi sumber daya, konservasi keanekaragaman hayati, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana lingkungan.
Dalam sistem penilaian Proper, perusahaan akan memperoleh peringkat berdasarkan warna. Peringkat hitam diberikan kepada perusahaan yang tidak menunjukkan upaya serius dalam pengelolaan lingkungan. Merah diberikan kepada perusahaan yang belum optimal menjalankan kewajibannya. Biru menunjukkan perusahaan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan. Hijau diberikan kepada perusahaan yang melampaui kepatuhan, sedangkan emas menjadi penghargaan tertinggi bagi perusahaan yang secara konsisten menjalankan eco-inovasi dan inovasi sosial di wilayah sekitarnya.
Ridho menilai Proper memiliki dampak besar terhadap reputasi dan akses pendanaan perusahaan. Perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik berpeluang memperoleh dukungan finansial lebih mudah dan biaya pendanaan lebih rendah. Sebaliknya, perusahaan dengan peringkat buruk berisiko menghadapi tekanan finansial hingga sanksi hukum.
Menurutnya, Proper juga berfungsi sebagai kontrol eksternal terhadap perusahaan. Melalui program ini, publik dan pemegang saham dapat mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup.
Selain itu, Proper dinilai mampu mendorong inovasi perusahaan, seperti pengembangan teknologi daur ulang, efisiensi energi, dan efisiensi penggunaan air. Upaya tersebut tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan apresiasi dari pemerintah.
Pemerintah juga menegaskan akan melakukan koordinasi dengan bidang penegakan hukum untuk menindak perusahaan yang memperoleh peringkat hitam dan merah. Apabila pelanggaran menimbulkan dampak lingkungan yang serius, perusahaan dapat dikenai sanksi administratif, gugatan perdata, hingga pidana.
Pada Februari 2025, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan hasil Proper Nasional terhadap 4.495 perusahaan. Hasilnya, terdapat 16 perusahaan berperingkat hitam, 1.313 merah, 2.649 biru, 227 hijau, dan 85 emas.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Firdaus Alim Damopolii, menambahkan bahwa Proper dapat mendorong perusahaan untuk tidak sekadar patuh terhadap aturan, tetapi juga aktif membangun sistem manajemen lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa Proper juga menjadi sarana keterbukaan informasi publik sehingga masyarakat dapat menilai perusahaan secara objektif sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas.
Di sisi lain, Manager Science, Art and Communication Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Prigi Arisandi, menilai Proper DAS sangat penting karena kondisi sungai-sungai di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, telah mengalami pencemaran berat.
Menurutnya, sungai-sungai besar seperti Citarum, Ciliwung, Bengawan Solo, dan Brantas mengalami penurunan kualitas air yang serius hingga menyebabkan kepunahan ikan endemik. Bahkan, sejumlah PDAM di beberapa daerah sempat menghentikan operasional akibat buruknya kualitas air yang tercemar limbah industri tekstil dan alkohol.
Prigi menilai pencemaran DAS terjadi akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya kepatuhan industri dalam mengelola limbah cair. Ia juga menyoroti adanya tumpang tindih pengawasan antara pemerintah daerah dan instansi pusat yang menyebabkan pencemaran terus berlangsung.
Menurutnya, Proper DAS akan lebih efektif jika melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan. Penilaian yang hanya dilakukan sesaat dinilai rawan manipulasi, sementara masyarakat sekitar pabrik merasakan langsung kondisi sungai setiap hari.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah membuka layanan pengaduan publik dan memasukkan jumlah laporan pelanggaran masyarakat sebagai bagian dari indikator penilaian Proper. Selain itu, pemulihan kualitas sungai sebaiknya tidak hanya berfokus pada parameter limbah, tetapi juga pada pemulihan ekosistem, seperti kembalinya ikan dan biota air yang hilang akibat pencemaran.
Sementara itu, Manajer Kampanye Infrastruktur dan Tata Ruang Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan bahwa selama ini perusahaan di sepanjang DAS tidak wajib mengikuti Proper. Karena itu, kehadiran Proper DAS menjadi langkah penting untuk memastikan perusahaan lebih taat terhadap regulasi lingkungan.
Menurutnya, kondisi DAS, khususnya di Jawa Barat, masih mengalami pencemaran sedang hingga berat akibat banyak perusahaan yang belum mengelola limbah secara benar. Meski laporan perusahaan sering menunjukkan hasil sesuai baku mutu, fakta di lapangan menunjukkan kualitas air sungai masih tercemar oleh aktivitas industri.
Proper DAS 2025 pada akhirnya bukan hanya soal penilaian perusahaan, tetapi juga menjadi ujian serius bagi komitmen industri dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih bersih, sehat, transparan, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




