Praktik Baik

Belajar Pengelolaan Sampah dari TOSS Center Klungkung, Bali

Kali ini Tim Melong 26 Cimahi berkesempatan berkunjung ke TOSS Center Klungkung, Bali untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu hal menarik yang kami temukan adalah penerapan konsep Zero Waste to Landfill, yaitu upaya untuk menekan semaksimal mungkin sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Kuncinya ternyata dimulai dari hal sederhana: masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan pemilahan dari sumber, sampah organik dan anorganik dapat ditangani sesuai karakteristiknya. Sampah yang masih bernilai bisa dimanfaatkan kembali, didaur ulang, atau diolah menjadi produk lain sehingga beban sampah yang harus dibuang dapat berkurang.

Namun, ada satu hal yang membuat kami semakin penasaran. Apakah di TOSS Center sudah menggunakan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah tertentu? Teknologi ini menarik karena dapat mengolah material dengan proses pemanasan minim oksigen dan berpotensi menghasilkan produk seperti bahan bakar, gas, atau material karbon, tergantung jenis bahan dan teknologinya.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan menyediakan tempat pembuangan. Perubahan harus dimulai dari rumah, didukung sistem pengolahan yang baik, teknologi yang tepat, serta partisipasi masyarakat.

Kalau Klungkung bisa mendorong pengelolaan sampah dari sumber, bisakah konsep serupa diterapkan lebih luas di kota-kota lain di Indonesia?

Selamat pagi, gengs. Yuk, kita simak perjalanan Tim Melong 26 dan cari tahu bagaimana TOSS Center mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

https://www.instagram.com/reels/DdU-7IWPmjr

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO