Seminar

Second Regional Congress on Organics and Climate Change

Zero Waste dan Pemulihan Sampah Organik Jadi Kunci Menekan Emisi Metana

Jakarta menjadi salah satu titik penting dalam pembahasan regional mengenai hubungan antara pengelolaan sampah organik dan perubahan iklim melalui 2nd Regional Congress on Organics and Climate Change.

Forum ini mempertemukan pemimpin komunitas, pemerintah daerah, pekerja persampahan, serta berbagai organisasi dari kawasan Asia untuk menunjukkan bahwa solusi iklim tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar. Banyak perubahan justru lahir dari tingkat komunitas melalui pemilahan sampah, pengomposan, pengolahan organik, dan sistem zero waste yang terdesentralisasi.

Sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir dapat menghasilkan metana, gas rumah kaca yang sangat kuat dalam memerangkap panas di atmosfer. Karena itu, memisahkan sampah organik sejak dari sumber dan mengolahnya melalui kompos, biodigester, atau metode pemulihan lainnya dapat membantu mengurangi emisi sekaligus menekan beban TPA.

Kongres ini juga menyoroti pentingnya peran pekerja sampah dan komunitas lokal. Mereka berada di garis depan dalam pemilahan, pengumpulan, dan pemulihan material, sehingga kebijakan iklim dan persampahan perlu memasukkan pengalaman serta kebutuhan mereka.

Menjelang COP31, pengalaman berbagai kota dan komunitas di Asia menunjukkan satu pesan penting: pengurangan emisi metana dapat dilakukan dengan langkah yang relatif sederhana, cepat diterapkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perubahan iklim bukan hanya persoalan energi dan industri. Cara kita memperlakukan sisa makanan dan sampah organik setiap hari juga menentukan seberapa besar emisi yang dilepaskan ke atmosfer.

Dari komunitas, kota, hingga tingkat regional, solusi zero waste membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari bawah—satu rumah, satu lingkungan, dan satu sistem pengelolaan sampah pada satu waktu.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO