Tourism Without The Box New Hope – New Action

Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita bahwa “manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan.” Semua keberhasilan pembangunan yang telah dicapai selama ini tampaknya kembali ke titik awal. Pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2019 mencapai 5,02% mengalami kontraksi hingga 5,32% pada semester pertama tahun 2020, sementara jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 3,8 juta orang.
Bagaimana dengan nasib sektor pariwisata? Sama halnya, bahkan pariwisata adalah sektor yang paling terdampak. Ketiadaan kegiatan perjalanan manusia selama pandemi Covid-19 telah menyebabkan bisnis pariwisata dan sektor pendukungnya mengalami pukulan yang sangat berat. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2020 diperkirakan turun sebesar 60-80%, sementara wisatawan nusantara (wisnus) turun 40-60% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dampak ini meluas, tidak hanya terhadap bisnis pariwisata tetapi juga sektor-sektor lain yang terkait dengannya.
Situasi ini menjadi inspirasi bagi tulisan-tulisan berikut. Dengan keterbatasan data dan informasi yang tersedia, berbagai tulisan di sini mencoba membahas kondisi yang terjadi selama pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap pariwisata. Pandangan ke depan juga dibahas di sini. Keterbatasan data dan informasi tersebut tidak menjadi penghalang untuk melahirkan pemikiran “tanpa kotak,” sebagaimana yang menjadi judul buku ini. Kita memang tidak bisa menunggu semua informasi lengkap. Sebaliknya, pemikiran-pemikiran baru justru akan membuka ruang diskusi untuk mengujinya, yang mungkin bermanfaat bagi masa depan.
Tulisan ini merupakan seri kedua dari Think: Tourism Without Box yang pertama kali saya tulis pada tahun 2018. Ada beberapa hal baru yang dibahas terkait dengan perubahan kondisi saat ini, khususnya akibat pandemi Covid-19.
Sumber:
https://dml.or.id/wp-content/uploads/2024/10/Think-2-NEW.pdf
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




