Berita

China Lepasliarkan 160 Ribu Benih Ikan untuk Memulihkan Keanekaragaman Hayati Laut

Upaya pemulihan ekosistem laut kembali dilakukan di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur. Sebanyak 160 ribu benih ikan dilepasliarkan untuk membantu menjaga populasi ikan dan keseimbangan kehidupan bahari.

Program Pengayaan Stok Ikan ke-43

Zhoushan Development Co. Ltd., bagian dari China Mineral Resources Group, kembali menggelar kegiatan perlindungan keanekaragaman hayati bahari melalui program pengayaan stok ikan (fish stock enhancement) di Ningbo, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Institut Penelitian Perikanan Laut China Timur dari Akademi Ilmu Pengetahuan Perikanan China dan Institut Penelitian Perikanan Laut Zhejiang. Program ini merupakan penyelenggaraan yang ke-43 sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan memulihkan ekosistem laut.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 160.000 benih ikan yang telah diberi tanda dilepasliarkan ke perairan. Jenis ikan yang dilepaskan meliputi large yellow croaker hasil penangkaran Daiqu, ikan gulama, dan ikan bekukop hitam.

Pelepasliaran untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Pelepasliaran benih ikan bertujuan membantu menjaga keanekaragaman hayati bahari sekaligus mendukung pemulihan ekosistem laut. Program pengayaan stok menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat populasi ikan di perairan, terutama melalui pelepasan benih yang telah dipersiapkan dan ditandai.

Keterlibatan lembaga penelitian perikanan dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya dukungan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan konservasi. Dengan melibatkan institusi yang memiliki keahlian di bidang perikanan dan kelautan, kegiatan pelepasliaran diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah.

Konservasi Laut Membutuhkan Upaya Berkelanjutan

Pelepasliaran benih ikan merupakan salah satu bentuk intervensi untuk mendukung pemulihan sumber daya laut. Namun, keberlanjutan keanekaragaman hayati bahari juga membutuhkan perlindungan habitat, pengelolaan aktivitas perikanan, serta pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ekosistem.

Program di Ningbo memperlihatkan bagaimana kerja sama antara perusahaan dan lembaga penelitian dapat menjadi bagian dari upaya konservasi laut. Pada akhirnya, keberhasilan pemulihan ekosistem tidak hanya ditentukan oleh jumlah benih ikan yang dilepaskan, tetapi juga oleh kondisi habitat dan keberlanjutan pengelolaannya.

Sumber: ANTARA – Perlindungan Keanekaragaman Hayati Bahari Kembali Digelar di Ningbo

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO