Praktik Baik

China tanam pohon massal, satu negara berubah total

Paradoks Hijau China: Sukses Reboisasi dan Dampaknya terhadap Krisis Air Nasional

Selama lebih dari empat dekade, China telah menjalankan proyek lingkungan paling ambisius di dunia, termasuk Great Green Wall (Tembok Hijau Besar). Namun, studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Earth’s Future mengungkapkan dampak yang tidak terduga: penghijauan massal ini secara drastis mengubah siklus air tawar nasional, yang berpotensi mengancam ketahanan air bagi ratusan juta orang.

1. Pencapaian Luar Biasa: Melampaui Target Hijau

Sejak tahun 1978, China telah mengubah wajah daratannya melalui berbagai program strategis:

  • Great Green Wall: Meningkatkan tutupan hutan nasional hingga melampaui 25%.
  • Grain for Green: Program alih fungsi lahan pertanian yang kurang produktif menjadi area hutan atau padang rumput.
  • Natural Forest Protection: Kebijakan moratorium penebangan hutan untuk memulihkan ekosistem asli.

2. Temuan Studi: Pergeseran Distribusi Air (2001–2020)

Meskipun China terlihat lebih hijau dari satelit, para peneliti menemukan adanya ketidakseimbangan distribusi air yang mengkhawatirkan antara wilayah barat dan timur:

WilayahDampak VegetasiDampak pada Air
Dataran Tinggi TibetPemulihan padang rumput masifSurplus: Curah hujan (presipitasi) meningkat secara signifikan.
Monsun Timur & Barat LautPerluasan hutan industri & alamiDefisit: Ketersediaan air tanah dan permukaan menurun tajam.

3. Mekanisme “Evapotranspirasi” yang Menguras Air

Mengapa penanaman pohon justru mengurangi air? Peneliti Arie Staal menjelaskan melalui proses Evapotranspirasi:

  1. Konsumsi Air Tinggi: Hutan baru membutuhkan air dalam jumlah besar untuk tumbuh.
  2. Penguapan Atmosfer: Melalui transpirasi, pohon mengeluarkan uap air ke atmosfer. Studi menunjukkan penguapan ini meningkat lebih cepat daripada curah hujan yang turun kembali di wilayah yang sama.
  3. Transportasi Uap Air: Angin membawa uap air ini hingga 7.000 km jauhnya dari lokasi penanaman, sehingga manfaat hujan justru dirasakan di wilayah lain atau bahkan negara lain.

4. Tantangan Ketahanan Pangan dan Populasi

Masalah utama muncul karena lokasi penghijauan tumpang tindih dengan pusat aktivitas manusia. Wilayah Monsun Timur dan Barat Laut mencakup 74% daratan China, yang menjadi pusat:

  • Lahan pertanian utama negara.
  • Pusat populasi terpadat.
  • Pusat industri dan pembangunan ekonomi.

Data menunjukkan bahwa wilayah yang menampung 46% populasi dan 60% lahan pertanian tersebut kini hanya memiliki 20% cadangan air tawar.

5. Pelajaran bagi Masa Depan: Kesalahan Perhitungan Redistribusi

Pemerintah China terus berupaya mengatasi ketimpangan air, namun studi ini memperingatkan bahwa strategi redistribusi air saat ini mungkin gagal. Hal ini dikarenakan kebijakan penghijauan di masa lalu tidak memperhitungkan dampak hidrologis dari setiap pohon yang ditanam.

Kasus China memberikan pelajaran global yang krusial: Penghijauan tidak bisa hanya fokus pada jumlah pohon yang ditanam. Tanpa analisis mendalam mengenai siklus air lokal dan atmosfer, reboisasi skala besar berisiko menciptakan krisis air di wilayah yang justru paling membutuhkan.

source:
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260111152455-37-701356/china-tanam-pohon-massal-satu-negara-berubah-total

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Baca juga
Close
Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO