Dua tahun tragedi rempang: perlawanan tak pernah usai

Perlawanan Warga Terhadap Proyek Rempang Eco City Tak Pernah Padam
Tepat dua tahun setelah tragedi kekerasan pada 7 September 2023, masyarakat Pulau Rempang memperingati peristiwa kelam tersebut sebagai simbol bahwa perlawanan terhadap rencana relokasi demi Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City (REC) tidak pernah surut.
Tragedi dua tahun lalu itu melibatkan pengerahan 1.010 aparat gabungan (TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam) yang merangsek masuk ke Pulau Rempang di Jembatan Empat. Peristiwa ini dikenang dengan pecahnya gas air mata, peluru karet, penangkapan tujuh warga, dan puluhan orang terluka, termasuk murid sekolah.
“Ada air mata ketika itu, nenek tidak akan pernah lupa,” kenang Siti Hawa, seorang tokoh perempuan Rempang, dalam sambutannya pada acara peringatan Minggu (7/9/25). Ia menyerukan perlawanan: “Masih sayang kampung? Kalau masih, siapapun yang merusak kita halau, kita tidak pernah takut, ini kampung kita…”
‘Pasar Rakyat Melawan’: Bukti Kesejahteraan dan Kedaulatan Pangan
Sebagai bentuk refleksi dan perlawanan, warga Rempang menggelar ‘Pasar Rakyat Melawan’ di Simpang Sungai Raya. Kegiatan ini menampilkan hasil bumi dan laut lokal seperti sayur, buah, ikan, kepiting, dan kerang—yang dijual dengan harga murah.
- Pesan Kesejahteraan: Warga ingin membuktikan bahwa tanah Rempang kaya dan mereka sudah sejahtera secara mandiri. Miswadi, warga setempat, menegaskan: “Sekitar 70% sayur dan buah-buahan di Kota Batam itu dipasok dari Pulau Rempang ini, jadi jangan anggap lagi kami tak ada.”
- Simbol Perlawanan: Ishaka, Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, menyatakan, pasar ini adalah bentuk kekuatan masyarakat Rempang untuk berdiri di kaki sendiri dari hasil bumi dan laut yang mereka miliki.
- Gugatan Paradigma: Kegiatan ini, menurut Rina, menjadi momentum untuk menggugat paradigma kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, mempertanyakan apakah harus selalu melalui aktivitas ekstraktif yang merusak atau dapat dicapai melalui pertanian berkelanjutan.
Tuntutan Masyarakat: Hentikan Proyek dan Kembalikan Hak Warga
Masyarakat dan organisasi pendukung menuntut pemerintah untuk menghentikan Proyek REC dan mengubah arah kebijakan pembangunan di Rempang.
| Pihak | Tuntutan Utama |
| Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu | Menghentikan proyek REC karena mengganggu ruang hidup masyarakat. |
| Warga Rempang (Wadi) | Memberikan sertifikat kampung tua dan membangun Rempang bersama masyarakat melalui pengembangan pertanian dan kelautan. |
| Ranto P Simamora (Tim Solidaritas Nasional) | Menghentikan proyek karena dinilai akan merugikan masyarakat dan pemerintah sendiri jika diteruskan. |
| Parid Ridwanudin (Yayasan Auriga Nusantara) | Membatalkan proyek REC, memulihkan hak warga, dan mengubah paradigma pembangunan menjadi bottom-up (berasal dari kebutuhan masyarakat lokal). |
| Susan Herawati (Sekjen Kiara) | Meminta pemerintah berhenti mengintervensi warga dengan narasi palsu (seperti transmigrasi lokal) dan menegaskan bahwa warga Rempang sudah berdaulat secara pangan. |
Penolakan keras warga didasarkan pada kekhawatiran bahwa proyek ini, alih-alih menyejahterakan, justru meningkatkan kerentanan dan mengusir mereka dari mata pencaharian bertani atau melaut.
Respon Pemerintah dan Perkembangan Relokasi
Menanggapi peringatan ini, Mohammad Taopan, Kepala Biro Umum BP Batam, menjamin bahwa institusinya akan terus membuka ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat dan berharap tragedi 7 September 2023 tidak terulang.
Namun, ia juga menyampaikan data perkembangan relokasi:
- Dari sekitar 950 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, sekitar 150 KK telah pindah ke tempat relokasi.
- Perjalanan perlawanan warga selama dua tahun ditandai dengan penggusuran paksa, kriminalisasi, intimidasi, kekerasan, hingga upaya terbaru pemerintah menjadikan Rempang sebagai lokasi transmigrasi lokal.
Peringatan dua tahun ini menjadi bukti nyata bahwa, meski menghadapi tekanan dan kriminalisasi, warga Rempang tetap menolak relokasi dan mendesak pemerintah untuk membatalkan Proyek Rempang Eco City.
sumber:
https://mongabay.co.id/2025/09/12/dua-tahun-tragedi-rempang-perlawanan-yang-tak-pernah-usai/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



