‘Gurun’ Sampah di Pasar Gedebage Bandung: Ancaman bagi Lingkungan dan Pendidikan

Permasalahan sampah di Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, semakin mengkhawatirkan. Timbunan sampah yang menggunung hingga menyerupai ‘gurun’ tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar, termasuk siswa PAUD yang bersekolah di dekat lokasi tersebut. Karena kondisi yang tidak sehat dan berbahaya, para siswa terpaksa diungsikan sementara ke tempat lain.
Krisis Sampah di Pasar Induk Gedebage
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Juara mengungkapkan bahwa mereka telah menerima bantuan mesin pengolahan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Namun, mesin tersebut belum bisa dioperasikan karena terkendala daya listrik yang cukup besar, yakni sekitar 197 KVA.
Sementara itu, metode pengolahan sampah organik dengan maggotisasi telah dilakukan, termasuk pengembangbiakan bibit maggot serta pembuatan rak dan biopond. Proses ini saat ini mampu mengolah sekitar 50-100 kg sampah organik per hari. Selain itu, Perumda Pasar Juara juga telah menyediakan sarana komposter untuk mengelola sampah dengan lebih baik.
Akar Masalah: Kurangnya Pengelolaan dan Pengawasan
Salah satu penyebab utama penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Gedebage adalah banyaknya kendaraan pengangkut sampah yang berasal dari berbagai wilayah. Kendaraan ini sering menginap selama beberapa hari sebelum akhirnya diangkut oleh mobil pengangkut dari DLH, yang jumlahnya terbatas.
Perumda Pasar Juara menegaskan bahwa pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah ini adalah Paguyuban Pedagang Pasar Induk Gedebage (PPIG). Paguyuban ini diketahui mengutip retribusi kebersihan dari pedagang dan bahkan menerima bantuan mesin pengolahan sampah dari DLH. Namun, sayangnya, mesin tersebut tidak dioperasikan dengan optimal, sehingga sampah terus menumpuk tanpa pengelolaan yang baik. Lebih parah lagi, PPIG hanya membuang sampah langsung ke TPS tanpa membayar jasa pelayanan angkut sampah ke DLH.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain mencemari lingkungan, masalah ini juga berdampak serius pada masyarakat sekitar. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap yang menyebar hingga ke permukiman warga dan sekolah-sekolah di sekitarnya. Akibatnya, siswa PAUD yang berdekatan dengan lokasi harus dipindahkan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar mereka dialihkan ke halaman Masjid Al-Hasan.
Solusi dan Harapan
Untuk mengatasi masalah ini, Perumda Pasar Juara telah meminta agar pemangku kepentingan, termasuk DLH dan PPIG, mengambil langkah konkret dalam menangani permasalahan sampah di Pasar Gedebage. Dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan sampah serta optimalisasi mesin pengolahan yang telah tersedia.
Jika tidak segera ditangani, ‘gurun’ sampah ini akan semakin membesar dan memperburuk kualitas lingkungan di Kota Bandung. Oleh karena itu, semua pihak, baik pemerintah, pengelola pasar, maupun masyarakat, harus berkolaborasi dalam mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah ini.
Sumber: Detik Jabar
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




