Jangan Tertipu Wajah Tenangnya! Capybara Punya Kebiasaan Unik yang Jarang Diketahui

Capybara sering dijuluki sebagai hewan paling santai dan ramah di dunia. Hewan pengerat terbesar di planet ini bahkan kerap terlihat duduk berdampingan dengan kucing, burung, hingga caiman yang merupakan kerabat buaya. Namun, di balik penampilannya yang selalu terlihat tenang, capybara menyimpan sejumlah fakta biologis yang cukup mengejutkan.
Dengan wajah datar, mata kecil, dan kebiasaan berendam di air, capybara menjadi salah satu hewan yang sangat populer di media sosial. Banyak video memperlihatkan mereka berinteraksi dengan berbagai jenis satwa seolah tidak memiliki rasa takut terhadap siapa pun.
Namun, kehidupan capybara di alam liar sebenarnya jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dalam video-video tersebut. Mereka memiliki sistem sosial, strategi bertahan hidup, dan kebiasaan makan yang menarik untuk dipelajari.
Berikut sejumlah fakta unik tentang capybara yang mungkin belum banyak diketahui.
1. Hewan Pengerat Terbesar di Dunia
Capybara Adaptations: Surviving in the Rainforest – Baby Capybara
Capybara (Hydrochoerus hydrochaeris) merupakan hewan pengerat terbesar yang masih hidup di dunia. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 130 sentimeter dengan berat yang umumnya berkisar 35–65 kilogram, meskipun beberapa individu dapat lebih berat.
Mereka berasal dari Amerika Selatan dan banyak ditemukan di kawasan yang berdekatan dengan sungai, danau, rawa, serta padang rumput basah.
Meskipun terlihat seperti marmut berukuran raksasa, capybara memiliki adaptasi khusus untuk kehidupan semiakuatik. Jari-jari kakinya memiliki selaput yang membantu berenang, sementara posisi mata, telinga, dan lubang hidung di bagian atas kepala memungkinkan mereka mengamati lingkungan ketika sebagian besar tubuhnya terendam air. IELC LibGuides+1
2. Bukan Berteman dengan Buaya, tetapi Hidup Berdampingan dengan Predator
Capybara News, Articles | IFLScience
Salah satu pemandangan yang sering viral adalah capybara duduk santai di dekat caiman. Keduanya bahkan terlihat seperti tidak saling mengganggu.
Namun, jangan salah mengartikan pemandangan tersebut sebagai persahabatan. Caiman merupakan salah satu predator alami capybara, terutama bagi anak-anaknya.
Capybara dewasa memiliki ukuran tubuh yang cukup besar sehingga tidak selalu menjadi sasaran yang mudah bagi predator. Sementara itu, anak capybara jauh lebih rentan terhadap serangan caiman, anaconda, jaguar, dan burung pemangsa.
Dengan kata lain, keduanya bisa berbagi habitat dan terkadang berada berdekatan tanpa terjadi serangan. Hubungan tersebut lebih berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku predator daripada ikatan persahabatan. RRI.co.id+2
3. Mereka Memakan Kembali Kotorannya Sendiri
Portrait of capybara eating grass
Inilah salah satu kebiasaan capybara yang mungkin membuat banyak orang terkejut. Hewan ini melakukan coprophagy, yaitu memakan kembali jenis kotoran tertentu yang dihasilkannya sendiri.
Kebiasaan tersebut berkaitan dengan sistem pencernaannya. Capybara merupakan herbivora yang banyak mengonsumsi rumput dan tumbuhan berserat tinggi. Proses pencernaan bahan makanan seperti ini membutuhkan bantuan mikroorganisme di bagian usus belakang.
Dengan memakan kembali feses lunak yang kaya nutrisi hasil proses fermentasi, capybara dapat menyerap kembali zat gizi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan pada proses pencernaan pertama.
Perilaku serupa juga ditemukan pada kelinci dan beberapa hewan pengerat lainnya. Jadi, meskipun terdengar menjijikkan bagi manusia, kebiasaan ini merupakan strategi biologis untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. Natural History Museum+2
4. Hidup Berkelompok untuk Menghindari Predator
Capybara merupakan hewan sosial yang biasanya hidup dalam kelompok. Satu kelompok umumnya terdiri dari sekitar 10–20 individu, meskipun jumlahnya dapat meningkat ketika musim kemarau dan sumber air semakin terbatas.
Hidup berkelompok memberikan keuntungan berupa lebih banyak individu yang dapat mengawasi lingkungan. Ketika salah satu capybara mendeteksi ancaman, mereka dapat mengeluarkan suara seperti gonggongan untuk memperingatkan anggota kelompok lainnya.
Saat menghadapi bahaya, mereka juga dapat segera menuju air untuk bersembunyi. Kemampuan berenangnya sangat baik dan mereka mampu menyelam selama beberapa menit untuk menghindari predator.
Bagi capybara, hidup bersama bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga strategi bertahan hidup. IELC LibGuides+2
5. Anak Capybara Bisa Berenang dan Merumput Tidak Lama Setelah Lahir
Baby capybaras born at Belfast Zoo | UTV | ITV News
Capybara memiliki masa kehamilan sekitar 150 hari. Seekor induk biasanya melahirkan sekitar empat hingga lima anak, meskipun jumlahnya dapat bervariasi.
Hal menariknya, anak capybara termasuk hewan yang bersifat precocial. Artinya, mereka sudah memiliki kemampuan perkembangan fisik yang cukup baik ketika dilahirkan.
Tidak lama setelah lahir, anak-anak capybara sudah dapat berdiri, berjalan, dan mulai memakan tumbuhan. Mereka tetap menyusu kepada induknya selama beberapa bulan, tetapi juga dapat menyusu kepada betina lain dalam kelompok.
Perilaku ini membuat kelompok capybara memiliki sistem pengasuhan yang cukup menarik, karena beberapa betina dapat ikut menyusui anak-anak dalam kelompoknya. Natural History Museum+1
6. Mereka Tidak Selalu Tenang dan Ramah
Aggressive behavior of two capybaras in their environment
Popularitas capybara di internet membuat banyak orang menganggap hewan ini selalu bersikap tenang dan mudah bergaul dengan semua makhluk hidup.
Kenyataannya, capybara memiliki struktur sosial dan hierarki yang cukup jelas. Dalam kelompoknya terdapat individu dominan dan subordinat. Pejantan dominan biasanya memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya dan kesempatan kawin.
Persaingan ant pejantan juga dapat memicu perilaku agresif, termasuk perkelahian yang berpotensi menyebabkan luka. Karena itu, capybara bukan hewan yang selalu ramah atau cocok diperlakukan seperti hewan peliharaan biasa.
Mereka tetap merupakan satwa liar dengan kebutuhan habitat, ruang gerak, interaksi sosial, dan perilaku alami yang harus dihormati. IELC LibGuides+1
7. Capybara Bisa Menjadi Bagian dari Ekosistem yang Menguntungkan Satwa Lain
A capybara calm resting in a shallow river with a bird on its back
Menariknya, capybara juga memiliki hubungan ekologis dengan beberapa jenis burung. Ketika mereka berjalan atau merumput, aktivitasnya dapat membuat serangga dan hewan kecil lainnya bergerak dari rerumputan.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh burung-burung tertentu untuk mencari makanan. Beberapa jenis burung bahkan terlihat bertengger di tubuh capybara dan memakan kutu atau parasit yang menempel pada kulitnya.
Hubungan ini menunjukkan bagaimana satu spesies dapat memberikan peluang bagi spesies lain untuk mendapatkan makanan. Capybara bukan hanya bagian dari rantai makanan sebagai mangsa predator, tetapi juga turut memengaruhi interaksi ekologis di habitatnya. IELC LibGuides+1
Di Balik Wajah Santai, Ada Strategi Bertahan Hidup
Capybara memang memiliki penampilan yang menggemaskan dan sering terlihat santai ketika berinteraksi dengan berbagai satwa. Namun, kehidupan mereka di alam liar tidak sesederhana video yang beredar di media sosial.
Mereka harus selalu waspada terhadap predator, mempertahankan posisi dalam kelompok, mencari makanan, dan melindungi anak-anaknya. Bahkan kebiasaan yang terlihat aneh seperti memakan kembali kotorannya merupakan bagian penting dari strategi tubuhnya untuk memperoleh nutrisi.
Jadi, capybara bukan benar-benar hewan yang tidak memiliki rasa takut atau selalu bersahabat dengan semua makhluk. Mereka adalah satwa liar yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Wajahnya boleh terlihat tenang, tetapi kehidupannya penuh strategi untuk bertahan hidup.
Referensi utama
- Video Facebook – Fakta unik tentang capybara.
- Natural History Museum – Things You Might Not Know About Capybaras.
- San Diego Zoo – Capybara.
- Animal Diversity Web – Hydrochoerus hydrochaeris.
- International Environment Library Consortium – Capybara Behavior and Ecology.
- RRI – Benarkah Capybara Aman dari Buaya?.




