Berita

Kemenag Soroti Isu Lingkungan dalam Kajian Islam di Kampus

Kementerian Agama (Kemenag) melalui program “Bincang Syariah Goes to Campus” menyoroti pentingnya mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam kajian keagamaan. Acara yang digelar di Universitas Indonesia (UI) ini menekankan pendekatan ekoteologi, yang menghubungkan nilai-nilai spiritual Islam dengan upaya pelestarian alam.

Integrasi Agama dan Lingkungan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan komitmen untuk membawa isu lingkungan ke dalam ruang-ruang keagamaan. Ia menyatakan bahwa merawat bumi adalah bentuk implementasi dari cinta kepada ciptaan Allah. Konsep ini diwujudkan dalam gerakan “membumikan shalawat merawat jagat”.

Kondisi Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Arsad mengingatkan bahwa kondisi lingkungan Indonesia sedang tidak baik. Sebagai contoh, ia menyoroti kerusakan ekosistem di Bali, yang kini mulai mengalami banjir akibat alih fungsi lahan yang masif dan penggundulan hutan. Peristiwa ini dijadikan peringatan bahwa lingkungan yang dulunya ramah telah berubah.

Dasar Keagamaan dalam Pelestarian Alam

CEO of Pesantren Development dan influencer keislaman, Romzi Ahmad, menegaskan bahwa Islam sangat menghargai lingkungan. Ia mengutip riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW melarang para sahabatnya untuk merusak pepohonan bahkan dalam kondisi perang. Larangan merusak tumbuhan, bersama dengan larangan membunuh anak-anak dan perempuan, menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam. Konsistensi ini dilanjutkan oleh para khalifah setelahnya.

Acara yang diikuti oleh ribuan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat umum ini mendapat sambutan positif dari UI karena selaras dengan visi kampus untuk menjadi institusi pendidikan yang berdampak luas.

Sumber Berita:
https://www.antaranews.com/berita/5141333/kemenag-soroti-isu-lingkungan-dalam-kajian-islam-di-ui

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO