Laporan Kajian Perkotaan Gorontalo

Mengatasi ancaman perubahan iklim tetap menjadi prioritas utama bagi Uni Eropa (UE). Kesepakatan Hijau Eropa hadir sebagai jawaban atas tantangan ini, dengan mentransformasikan UE menjadi masyarakat yang adil dan makmur, memiliki ekonomi modern, hemat sumber daya, dan kompetitif dengan nol emisi gas rumah kaca pada tahun 2050.
Melalui proyek Kota Berketahanan Iklim yang Inklusif (Climate Resilient and Inclusive Cities/CRIC), UE dan Indonesia bekerja sama untuk membantu kota-kota membangun masa depan yang berketahanan iklim dan inklusif. Upaya ini diwujudkan melalui kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga riset di Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Tantangan tentu menghadang, terutama di tengah pandemi COVID-19. Namun, upaya mengatasi pandemi harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan menangani tantangan perubahan iklim sekaligus memulihkan ekonomi. Beberapa bulan lalu di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, banjir bandang merenggut nyawa dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami lebih banyak bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim. Laporan Kajian Perkotaan CRIC hadir di saat yang tepat untuk mengingatkan bahwa transisi menuju kota berkelanjutan tidak dapat ditunda.
Sumber:
https://dml.or.id/wp-content/uploads/2024/11/Laporan-Kajian-Perkotaan-Cirebon.pdf
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




