Mikrolastik dalam Panganan Anak Sekolah

Sekolah menjadi salah satu sumber timbulan sampah termasuk plastik sekali pakai yang banyak digunakan di kantin sekolah. Berdasarkan data timbulan sampah yang dihimpun oleh PPLH Bali pada tahun 2022, rata-rata sekolah di Bali menghasilkan 6,22 kg sampah anorganik yang sebagian besar sampah tersebut merupakan plastik sekali pakai.
Kebiasaan ini tidak hanya berdampak negatif pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan anak-anak yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi mikroplastik. Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat ditemukan dalam feses dan darah manusia, yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti alergi, kerusakan sel, kanker, gangguan metabolisme, dan gangguan hormon.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, PPLH Bali melaksanakan penelitian terkait mikroplastik dalam panganan anak sekolah dan mengadakan diskusi kelompok terpumpun untuk membahas hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian menemukan berbagai jenis mikroplastik dalam panganan yang dikonsumsi anak-anak sekolah seperti mikroplastik berjenis fiber, film/filamen, dan fragmen.
Langkah strategis yang direkomendasikan untuk mengurangi paparan mikroplastik termasuk sosialisasi, edukasi, pelatihan, penggantian peralatan berbahan plastik sekali pakai, serta monitoring dan evaluasi. Upaya ini melibatkan seluruh warga sekolah, wali murid, komite, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan bebas dari plastik sekali pakai.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




