PERCIK: 7 Tahun Sanimas

Tahun 2010 telah tiba, dan meskipun sedikit terlambat, kami tetap ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru. Semoga tahun ini membawa kemajuan yang lebih baik, terutama dalam pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Indonesia.
Kesadaran terhadap pentingnya sanitasi di Indonesia terus meningkat. Salah satu momen penting terjadi di akhir tahun 2009, dengan suksesnya Konferensi Sanitasi II, yang melanjutkan agenda dari Konferensi Sanitasi sebelumnya pada tahun 2007. Dalam konferensi ini, Wakil Presiden mencanangkan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Selain itu, pada East Asia Sanitation (EASAN) Conference II di Manila pada Februari 2010, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah EASAN III tahun 2012 di Denpasar, Bali, sebagai bentuk pengakuan atas kemajuan pembangunan sanitasi di tanah air.
Di awal tahun 2010, dalam lokakarya regional Community-led Total Sanitation (CLTS) di Phnom Penh, Kamboja, delegasi Indonesia juga mendapatkan pengakuan sebagai narasumber utama dalam pelaksanaan CLTS. Indonesia dianggap berhasil dalam dua aspek utama: pertama, dalam kurun waktu empat tahun, lebih dari empat juta penduduk berhasil mengubah kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS); kedua, sekitar 2.000 desa dan dusun telah terbebas dari praktik BABS. Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya negara peserta lokakarya yang menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah dalam pembangunan sanitasi.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari berbagai program pemerintah seperti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Sanitasi oleh Masyarakat (Sanimas), yang menjadi ujung tombak pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Program STBM, yang merupakan pengembangan dari CLTS, mencakup lima pilar utama, yaitu:
- Stop BABS (CLTS)
- Cuci tangan pakai sabun (CTPS)
- Pengelolaan air minum rumah tangga (PAM-RT)
- Pengelolaan sampah
- Pengelolaan air limbah
Sementara itu, program Sanimas di perkotaan telah menjangkau 37.451 kepala keluarga atau sekitar 172.619 jiwa di 420 lokasi, mencakup 124 kota dan kabupaten di 22 provinsi selama tujuh tahun pelaksanaannya. Komitmen pemerintah dalam pembangunan sanitasi semakin terlihat dengan dicantumkannya target “tidak ada lagi praktik BABS pada tahun 2014” dalam RPJMN 2010-2014.
Sebagai respons terhadap momentum ini, edisi khusus majalah Percik kali ini mengangkat tema pembangunan sanitasi, khususnya program Sanimas. Dalam edisi sebelumnya, pada Desember 2008, kami telah membahas tentang STBM, dan kali ini kami ingin menampilkan lebih dalam kisah perjalanan Sanimas, mulai dari kelahirannya hingga menjadi program nasional yang tersebar luas.
Sanimas berawal dari upaya mencari solusi atas permasalahan sanitasi perkotaan melalui uji coba terhadap Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat yang disepakati pada tahun 2003. Uji coba pertama didanai oleh hibah dari pemerintah Australia pada tahun 2003, kemudian dilanjutkan dengan uji coba kedua menggunakan dana pemerintah yang dikoordinasikan oleh Bappenas melalui Kelompok Kerja (Pokja) AMPL Nasional. Pada tahun 2006, program ini secara resmi diadopsi sebagai program nasional oleh Departemen Pekerjaan Umum.
Yang menarik dari Sanimas adalah sumber pendanaannya yang beragam. Tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai organisasi seperti BORDA, LPTP, BALIFOKUS, dan BEST. Komitmen pemerintah yang kuat dalam mendanai program ini sejak awal, tanpa bergantung pada pinjaman luar negeri, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjadikan Sanimas sebagai andalan dalam pembangunan sanitasi.
Kami berharap edisi khusus ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya pengelolaan sampah dan sanitasi berbasis masyarakat. Kami juga mengundang pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dan peningkatan kualitas informasi yang kami sajikan.
Selamat menikmati bacaan ini dan mari bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih!
Source:
https://dml.or.id/wp-content/uploads/2025/02/PERCIK_Edisi_Khusus_Media_Informasi_Air-1-resized.pdf
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




