Majalah

Public Transport Edition – UI Magazine-CURS #8

Majalah Urban Insight Edisi #8 (Oktober 2026) yang diterbitkan oleh Center for Urban & Regional Studies (CURS) berfokus pada analisis mendalam mengenai masalah dan tantangan sistem transportasi publik serta tata ruang di kota-kota Indonesia.

Gagasan dan isu utama yang dibahas oleh para ahli dalam edisi ini meliputi:

  • “Siklus Setan” Angkutan Umum (IB Ilham Malik): Buruknya layanan transportasi publik mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan kendaraan pribadi, yang kemudian memenuhi jalanan dan membuat angkutan umum ikut terjebak kemacetan. Untuk memutus rantai ini, pemerintah harus mengubah angkutan umum menjadi pelayanan publik melalui skema subsidi (seperti Buy The Service), serta menerapkan kebijakan yang menyeimbangkan peningkatan fasilitas angkutan umum dengan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.
  • Mobilitas Ramah Lingkungan (Erina Noviani): Pembangunan infrastruktur jalan berpotensi merusak fungsi hidrologis dan meningkatkan risiko banjir apabila tidak terintegrasi dengan daya dukung lingkungan. Transisi ke kendaraan listrik hanyalah sebagian dari solusi; yang lebih penting adalah membangun koridor transportasi yang menyatu dengan ruang ekologis (green corridor) dan memprioritaskan transportasi massal.
  • Penataan Ruang dan Ketergantungan Kendaraan Pribadi (Dika Lukmana Saputra & Erwin Octavianto): Ketergantungan terhadap kendaraan pribadi merupakan akibat dari pola pembangunan wilayah yang terus melebar ke pinggiran (urban sprawl), sehingga menjauhkan permukiman dari pusat pekerjaan. Transportasi publik harus menjadi instrumen tata ruang, salah satunya melalui penerapan Transit-Oriented Development (TOD) yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kota.
  • Sistem Pembangunan Perkotaan Nasional (Prof. Suparwoko): Indonesia membutuhkan sistem nasional yang mampu menyelaraskan tata ruang, transportasi, perumahan, dan pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ego sektoral. Adaptasi prinsip penyediaan lahan oleh negara (seperti tata kelola di Singapura) dinilai dapat membantu pemerintah mengarahkan pembangunan sekaligus mempersempit ruang gerak mafia tanah.
  • Tantangan Ibu Kota Baru: Membangun kota baru bukanlah sekadar urusan kecanggihan infrastruktur atau desain fisik. Tantangan utamanya terletak pada kelembagaan kota (urban manager) dan bagaimana pemerintah dapat membangun ekosistem sosial bagi masyarakat yang akan menghidupkannya.
  • Pembangunan Infrastruktur Sumatera: Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) harus mampu melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Perencanaan perlu diubah menjadi demand-led planning guna memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan investasi dan industri pengolahan lokal.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO