Praktik Baik

Selama 20 tahun, pasangan asal Brazil ini menanam jutaan pepohonan untuk menghidupkan hutan rusak

Restorasi Instituto Terra: Bagaimana Pasangan Salgado Menghidupkan Kembali 600 Hektar Hutan yang Mati

Kisah luar biasa ini bermula pada akhir 1990-an ketika fotografer ternama dunia, Sebastião Salgado, kembali ke tanah kelahirannya di Minas Gerais, Brasil, dalam kondisi trauma fisik dan mental setelah mendokumentasikan kengerian genosida di Rwanda. Ia berharap menemukan kedamaian di perkebunan sapi milik keluarganya, namun ia justru menemukan “tanah yang sakit” hutan hujan tropis yang dahulu rimbun telah gersang total akibat deforestasi dan eksploitasi lahan.

Menghadapi kehancuran tersebut, istrinya, Lélia Deluiz Wanick Salgado, mengusulkan ide ambisius: menanam kembali hutan tersebut.

Langkah Strategis: Pendirian Instituto Terra (1998)

Pasangan ini mendirikan Instituto Terra, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk pembangunan berkelanjutan di Lembah Sungai Doce. Transformasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan krusial:

  • Reboisasi Masif: Sejak tahun 1998, mereka telah menanam lebih dari 2,7 juta bibit pohon dari sekitar 290 spesies tanaman asli hutan Atlantik (Mata Atlântica).
  • Pemulihan Ekosistem: Proses ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga memperbaiki struktur tanah dan menghidupkan kembali mata air yang sempat mengering.
  • Hasil Nyata (Data Keanekaragaman Hayati): Setelah lebih dari dua dekade, lahan gersang tersebut kini telah menjadi hutan sekunder yang rimbun dan menjadi rumah bagi:
    • 172 spesies burung (beberapa di antaranya terancam punah).
    • 33 spesies mamalia.
    • 15 spesies amfibi dan 15 spesies reptil.

Dampak di Luar Batas Lahan

Instituto Terra kini tidak hanya sekadar proyek pribadi, melainkan pusat pendidikan dan riset lingkungan:

  1. Edukasi Lingkungan: Melatih ribuan petani dan teknisi tentang praktik kehutanan dan konservasi air.
  2. Pemulihan Mata Air: Melalui program “Olhos d’Água”, mereka berupaya memulihkan ribuan mata air di seluruh lembah Sungai Doce yang terdampak kekeringan.
  3. Model Restorasi Global: Kisah mereka menjadi bukti ilmiah bahwa hutan tropis yang telah rusak parah sekalipun dapat pulih sepenuhnya (restorasi ekosistem) jika ada intervensi manusia yang terencana.

“Tanah itu sama sakitnya dengan saya semuanya hancur. Namun, saat pohon-pohon mulai tumbuh, saya pun ikut sembuh,” Sebastião Salgado.

Langkah pasangan Salgado menunjukkan bahwa solusi atas krisis iklim sering kali dimulai dari tindakan nyata di tanah sendiri.

sumber:
https://www.instagram.com/p/DS9xkQJkiFX/?igsh=MWNlaHlrbHVobzlheQ%3D%3D

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO