Yayasan DML Perkenalkan Teknologi Olah Sampah di Sumbernya di Universitas Budi Luhur

Upaya pengelolaan sampah berbasis sumber terus digencarkan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan. Kali ini, Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML) melakukan kunjungan ke Yayasan Budi Luhur Cakti (YBLC) yang berlokasi di Kampus Universitas Budi Luhur (UBL), Ciledug, untuk memperkenalkan inovasi Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) — sebuah metode sederhana namun efektif dalam mengubah sampah organik menjadi energi terbarukan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/10) ini dihadiri oleh jajaran pengurus YBLC, dosen, mahasiswa, serta tim pengelola lingkungan kampus. Dalam kesempatan tersebut, tim dari DML memberikan paparan menyeluruh mengenai konsep TOSS, mulai dari latar belakang pengembangannya, proses pengolahan sampah organik, hingga manfaat lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan.
Melalui teknologi TOSS, sampah organik rumah tangga maupun kampus tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah tersebut justru dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah menjadi pellet biomassa — bahan bakar alternatif yang dapat digunakan untuk kompor biomassa. Teknologi ini menjadi solusi tepat guna yang mendukung prinsip zero waste dan ekonomi sirkular.
Menariknya, selama sesi demonstrasi, tim DML memperagakan secara langsung proses penggunaan kompor biomassa yang menggunakan pellet hasil olahan sampah organik. Proses pembakaran yang bersih dan efisien menghasilkan arang berkualitas yang tidak hanya bermanfaat sebagai bahan bakar untuk memanggang sate, tetapi juga dapat dijadikan pupuk organik atau media tanam bagi berbagai jenis tanaman.
Kegiatan ini disambut antusias oleh pihak Yayasan Budi Luhur Cakti dan sivitas akademika Universitas Budi Luhur. Mereka menilai, penerapan TOSS sejalan dengan visi kampus dalam membangun Budaya Budi Luhur dan Cinta Lingkungan, yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat akademik dalam menjaga keberlanjutan bumi.
“Teknologi TOSS ini sangat relevan bagi lingkungan kampus. Selain mengurangi timbulan sampah, sistem ini juga mengajarkan nilai tanggung jawab dan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan,” ujar salah satu perwakilan YBLC.
Dengan hadirnya TOSS di Universitas Budi Luhur, kini seluruh jenis timbulan sampah — baik organik maupun anorganik — telah memiliki sistem pengelolaan yang terpadu di bawah koordinasi YBLC. Hal ini menjadikan Universitas Budi Luhur sebagai salah satu kampus percontohan dalam implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara DML dan YBLC, tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tetapi juga dalam pendidikan lingkungan, riset inovasi hijau, dan pemberdayaan masyarakat kampus untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
Langkah kecil seperti pengolahan sampah di sumbernya menjadi simbol besar bahwa perubahan menuju masa depan hijau dapat dimulai dari tempat menimba ilmu — dari kampus, untuk bumi.
View this post on Instagram
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.