Dokumen

Panduan studi kelayakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat

Pemerintah Indonesia terus berupaya mencapai target rasio elektrifikasi 100%, termasuk di daerah terdepan, terluar, tertinggal, dan terisolir (3T). Sebagai bagian dari solusi energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat menjadi opsi yang strategis. Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas proyek ini, pemerintah daerah dan konsultan membutuhkan acuan yang komprehensif dalam perencanaannya.

Dokumen “Panduan Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat” hadir sebagai referensi penting yang memberikan langkah-langkah sistematis dalam melakukan studi kelayakan proyek PLTS terpusat. Panduan ini mencakup berbagai aspek krusial, termasuk kebutuhan listrik masyarakat, kondisi sosial-budaya, dampak ekonomi, serta kelayakan lingkungan.

Langkah-Langkah dalam Studi Kelayakan PLTS Terpusat

  1. Survei Kebutuhan Listrik
    • Menganalisis kebutuhan listrik sektor rumah tangga, fasilitas umum/sosial, dan ekonomi produktif.
    • Menyusun profil beban guna merancang sistem PLTS yang optimal dan efisien.
  2. Penilaian Sumber Daya Matahari dan Lokasi
    • Mengidentifikasi potensi fotovoltaik berdasarkan intensitas cahaya matahari di lokasi proyek.
    • Menentukan lahan yang sesuai dengan mempertimbangkan aspek teknis, keamanan, dan efisiensi instalasi.
  3. Aspek Sosial, Budaya, dan Kelembagaan
    • Menganalisis dampak sosial dan budaya yang dapat mempengaruhi keberlanjutan proyek.
    • Membentuk lembaga pengelola PLTS yang berbadan hukum dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
  4. Kajian Lingkungan dan Pengelolaan Limbah
    • Menyusun dokumen lingkungan sesuai skala proyek (AMDAL, UKL/UPL, atau SPPL).
    • Mengelola limbah B3 dari komponen PLTS agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
  5. Perencanaan Anggaran dan Tarif Listrik
    • Menghitung biaya pembangunan dan operasional PLTS.
    • Menetapkan tarif listrik yang terjangkau bagi masyarakat dengan mempertimbangkan keberlanjutan sistem.

Panduan ini juga dilengkapi dengan tools berbasis Excel yang mempermudah perhitungan dan perencanaan sistem PLTS terpusat off-grid. Dengan pendekatan Just Transition, panduan ini memastikan bahwa transisi energi dilakukan secara berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat di daerah 3T tidak hanya mendapatkan akses listrik, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui energi bersih.

sumber :

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_panduan-fs-plts-activity-7293101115716382721-b025?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO