FOLU Net Sink 2030

Krisis iklim adalah fenomena nyata yang diperparah oleh emisi gas rumah kaca (GRK), mendorong Indonesia dan negara-negara lain untuk berkomitmen menurunkan emisi GRK. Indonesia telah memperbarui target Kontribusi yang Ditetapkan Nasional (NDC) menjadi penurunan emisi 31,89% dengan usaha sendiri hingga 43,2% dengan bantuan internasional. Visi jangka panjang Indonesia adalah mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat melalui Strategi Jangka Panjang menuju Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (LTS-LCCR) 2050. Salah satu strategi implementasi utama untuk mencapai NZE adalah melalui agenda Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Agenda ini bertujuan menciptakan kondisi di mana sektor hutan dan lahan Indonesia menyerap lebih banyak emisi GRK daripada yang dikeluarkan, dengan target serapan emisi karbon bersih sebesar 140 juta ton setara CO2 pada tahun 2030. Sumber ini menekankan bahwa sektor FOLU merupakan andalan dalam menyerap emisi GRK dan memiliki porsi penurunan emisi terbesar dalam Enhanced NDC (ENDC) Indonesia, yaitu 17,4% dengan usaha sendiri dan 25,4% dengan bantuan internasional, menunjukkan peran vitalnya melengkapi upaya mitigasi di sektor lain seperti energi.
Pencapaian target FOLU Net Sink 2030 melibatkan berbagai rencana operasional kunci, yang memerlukan pelibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia bisnis, hingga masyarakat. Strategi utamanya mencakup restorasi gambut dan mangrove, ekosistem yang dikenal sebagai penyimpan karbon dalam jumlah besar. Restorasi gambut difokuskan pada konsep 3R (Pembasahan kembali, penanaman kembali, peningkatan kesejahteraan masyarakat). Dunia usaha kehutanan didorong untuk menerapkan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), perhutanan sosial, dan multiusaha kehutanan, termasuk teknik seperti Reduced Impact Logging – Carbon (RIL-C) dan Enhanced Natural Regeneration (ENR). Sementara itu, pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama, dengan program seperti Perhutanan Sosial yang mendistribusikan akses pengelolaan sumber daya hutan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga berperan penting dalam pencegahan deforestasi dan rehabilitasi hutan.
Namun, implementasi agenda FOLU Net Sink 2030 menghadapi berbagai tantangan yang disoroti dalam sumber ini. Salah satunya adalah pentingnya pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat dan lokal sebagai garda terdepan penjaga hutan. Permasalahan tumpang tindih lahan dan kesulitan dalam pengakuan legal formal hak masyarakat adat masih menjadi hambatan serius.
Source:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




