Makalah

Strategi pembangunan perkotaan berkelanutan di Kota Batu

Kota Batu merupkan kota otonom termuda di Provinsi Jawa Timur dan mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat serta memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan ekologis sumber DAS Brantas. Kota Batu dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 15.137 ha, sebelumnya berstatus Kota Administratif menunjukkan perkembangan yang pesat khususnya di bidang pelaksanaan pembagian dan peningkatan demografi. Pada tahun 1993 penduduk berjumlah 147.037 jiwa dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 156.681 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 0,9 % per tahun, berada di atas pertumbuhan rata-rata penduduk Provinsi Jawa Timur yang hanya sebesar 0,76 % per tahun. Pada tahun 2001 Kota Administratif statusnya berubah menjadi Kota Batu berdasarkan Undang-undang No 11 Tahun
2001 tentang pembentukan Kota Batu yang disahkan oleh Presiden RI tanggal 21 Juni 2001.
Maka pada tanggal 17 Oktober 2001, Kota Batu secara resmi dipisahkan sebagai Daerah Otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang dan meliputi tiga kecamatan (Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Junrejo) yang terdiri 19 desa serta 4 kelurahan (Kurniawan, 2013) .
Kota Batu merupakan salah satu pemekaran kota yang sukses dalam membangun citra daerah dan menarik investasi untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan konsep Kota Wisata Batu (KWB). Selama lima tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kota Batu naik signifikan sebesar 8 persen. Angka ini di atas pertumbuhan ekonomi Jatim hanya 7 persen. PDRB per kapita Kota Batu sebesar Rp 15,95 Juta (2011), sedangkan PDRB per kapita Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 27,78 juta (2012). Pertumbuhan ekonomi Batu 80 persen ditopang oleh perdagangan, hotel dan restoran 47,16 persen. Disusul pertanian 19,79 persen,
dan jasa. Perkembangan usaha pariwisata di Kota Batu telah meningkatkan jumlah pemukiman, perkantoran, hotel, villa dan lain sebagainya. Jumlah hotel dan sarana akomodasi lainnya meningkat sebesar 8,02 % dari 411 hotel/vila pada 2010 menjadi 444 hotel/vila pada tahun 2011. Data Kantor Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa hutan di Kota Batu seluas 11.227 Ha, dengan perincian hutan
lindung 3.099,6 Ha, hutan produksi 3.118,2 Ha, dan hutan konservasi 5.009,6 Ha. Dari jumlah tersebut, luas kerusakan hutan mencapai 3.900 Ha.

sumber:
https://www.neliti.com/publications/468026/strategi-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan-di-kota-batu

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO