Berita

Fasilitas Daur Ulang Plastik PET Berkapasitas 3.900 Ton/Tahun Kini Hadir di Sukabumi

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi lokasi beroperasinya fasilitas daur ulang sampah plastik PET terbaru dengan kapasitas pemrosesan mencapai 3.900 ton per tahun, atau sekitar 15 ton per hari. Fasilitas ini hadir sebagai bagian dari penguatan rantai pasok plastik PET daur ulang, menghasilkan produk berupa flakes yang ramah lingkungan dan mendukung prinsip keberlanjutan serta inklusi sosial.

Dikenal sebagai Aggregation Centre Sukabumi, fasilitas ini melibatkan 29 pekerja lokal laki-laki dan perempuan yang digaji sesuai standar UMR Sukabumi. Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen Prevented Ocean Plastic Southeast Asia (POPSEA) dalam memperluas infrastruktur pengumpulan dan pemilahan sampah plastik yang terstandarisasi dan berdaya guna tinggi.

POPSEA menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini tidak hanya mendukung target nasional dalam pengurangan sampah plastik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata, termasuk penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat lokal dan nasional.

Fasilitas pengumpulan ini dibangun dengan standar tinggi sebagaimana pusat pengumpulan lainnya yang telah lebih dahulu beroperasi. Fitur utama mencakup proses penyortiran manual, pemisahan kontaminan, serta produksi bal PET berkualitas tinggi.

Direktur Utama POPSEA, Daniel Lawrence Angelo Law, menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial positif.

“Melalui pembangunan aggregation centre ini, kami menciptakan infrastruktur pengelolaan sampah plastik yang layak dan sesuai standar. Tujuan kami adalah memastikan plastik tidak berakhir di laut sekaligus membangun sistem yang mendukung ekonomi sirkular,” ujarnya.

Lebih lanjut, fasilitas ini juga memperkuat rantai pasok lokal serta memberikan nilai tambah kepada para pengumpul botol plastik, dari tingkat lapangan hingga ke industri daur ulang.

Prevented Ocean Plastic merupakan program global yang didukung oleh Bantam Materials UK Ltd. Sejak diluncurkan pada tahun 2019, program ini telah berhasil mencegah lebih dari 2,5 miliar botol plastik masuk ke ekosistem laut, menciptakan 500 ribu hari kerja untuk para pengumpul botol, serta membuka lebih dari 2.000 pekerjaan langsung.

Produk hasil daur ulang dari Prevented Ocean Plastic telah digunakan dalam lebih dari 600 produk oleh 60 merek ternama dunia seperti Louis Vuitton, Lidl, Patagonia, hingga NHS.

Di Asia Tenggara, POPSEA hadir melalui kerja sama antara PT Polindo Utama, Bantam Materials UK, dan Circulate Capital, sebagai bagian dari strategi membangun infrastruktur daur ulang plastik yang unggul di Indonesia. Sebelumnya, POPSEA juga telah membangun fasilitas pengolahan sampah di Samarinda, Kalimantan Timur, yang menjadi tonggak ekspansi strategis dalam menjangkau wilayah rawan pencemaran laut.

Pendiri Prevented Ocean Plastic, Raffi Schieir, menyampaikan kebahagiaannya atas kemajuan program di Indonesia.

“Saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari tim yang terus mendorong model waralaba Prevented Ocean Plastic, menghadirkan sistem pengumpulan yang terkendali serta menciptakan lapangan pekerjaan di komunitas seperti Sukabumi. Kami bermimpi suatu hari nanti setiap komunitas di pulau-pulau di Indonesia punya akses ke infrastruktur seperti ini,” ujarnya.

Dengan beroperasinya fasilitas baru di Sukabumi, POPSEA kini telah mengelola 17 pusat pengumpulan dan agregasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Tangerang, Semarang, Makassar, Medan, hingga Jambi. POPSEA menargetkan pembukaan 25 pusat baru hingga akhir tahun 2025, dengan target pengumpulan 50.000 ton sampah plastik per tahun, mencegah 100.000 ton plastik masuk ke laut, dan menciptakan hampir 1.000 pekerjaan langsung.


Sumber: Tribunnews.com – Fasilitas Daur Ulang Sampah Plastik PET Berkapasitas 3.900 Ton/Tahun Beroperasi di Sukabumi

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO