Presentasi

Dekarbonisasi Industri menuju Net Zero Emission

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pusat Industri Hijau BSKJI semakin mengukuhkan komitmennya terhadap dekarbonisasi industri menuju Net Zero Emission (NZE), seperti yang ditekankan dalam agenda 24 Januari 2025 di Jakarta. Urgensi pengurangan emisi industri tidak dapat ditawar lagi; aktivitas industri merupakan salah satu sumber terbesar gas rumah kaca (GRK) dan polutan lainnya, yang berdampak serius pada lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah dekarbonisasi ini sangat krusial untuk menjaga kualitas udara, melindungi lingkungan, memisahkan pertumbuhan ekonomi dari emisi, serta memenuhi tanggung jawab global dalam mitigasi perubahan iklim.

Untuk mencapai target NZE Industri pada tahun 2050, yang bahkan lebih ambisius dari NZE Nasional 2060, Indonesia menerapkan berbagai strategi komprehensif. Standar Industri Hijau (SIH) menjadi pedoman utama bagi perusahaan, mencakup aspek manajemen dan teknis seperti efisiensi bahan baku, energi, air, pengelolaan limbah, hingga pengurangan emisi GRK. Roadmap dekarbonisasi industri melibatkan sembilan sub-sektor industri prioritas seperti Semen, Pupuk, Besi & Baja, dan Pulp & Kertas, yang merupakan kontributor emisi GRK signifikan. Strategi mitigasi utama mencakup pemanfaatan Energi Bersih (EBT), penggunaan teknologi rendah karbon (LCT) seperti biomassa, hidrogen hijau, dan elektrifikasi proses, penerapan ekonomi sirkular, serta implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization Storage (CCUS). Kebijakan pengurangan emisi juga akan diberlakukan secara bertahap, mulai dari persiapan di tahun 2025 dengan pelaporan profil emisi, hingga sistem Cap and Trade di tahun 2030.

Upaya transisi energi sektor industri terus digalakkan, termasuk melalui fase penurunan penggunaan batu bara, pemanfaatan biomassa, dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Untuk mengatasi kendala pembiayaan dan teknologi, ekosistem Industri Hijau didorong melalui inisiatif seperti Green Industry Service Company (GISCO). GISCO diharapkan dapat menyediakan solusi finansial (seperti Investment Grade Audit dan Demand Driven Green Financing) serta teknologi ramah lingkungan, membantu industri dalam efisiensi biaya, energi, dan potensi pengurangan emisi. Dengan kolaborasi semua pihak, Indonesia optimis dapat membangun industri yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan untuk masa depan.

⚠️ Disclaimer:
Isi konten dalam dokumen ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak pembuat atau penerbit asli. Kami hanya membagikan ulang informasi ini untuk tujuan edukasi dan referensi. Segala pandangan, opini, atau data yang terkandung di dalamnya tidak mencerminkan sikap atau tanggung jawab kami. Harap verifikasi informasi secara independen sebelum menggunakannya untuk pengambilan keputusan.

Source:

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_dekarbonisasi-industri-menuju-net-zero-emission-activity-7364868998208901120-_zkO/?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO