Presentasi

Upaya peningkatan TKDN industri PLTS skala utilitas

Mendorong Kemandirian Energi Surya Melalui TKDN

Indonesia berkomitmen kuat untuk memajukan sektor energi terbarukan, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Melalui program Percepatan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), pemerintah dan PT PLN (Persero) berupaya memastikan bahwa transisi energi ini juga mendorong kemandirian industri nasional. Sektor PLTS dipandang sebagai pilar utama, dengan potensi investasi mencapai Rp72,07 triliun dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan TKDN PLTS

Meskipun potensi besar, jalan menuju kemandirian industri PLTS tidaklah mudah. Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menghadapi sejumlah tantangan:

  • Komponen Kunci: Beberapa komponen penting seperti modul surya, inverter, dan sel baterai masih sangat bergantung pada produk impor. Hingga saat ini, belum ada modul surya buatan dalam negeri yang mencapai target TKDN 60% sesuai peraturan yang berlaku.
  • Kapasitas Produksi: Industri lokal masih beroperasi di bawah kapasitas penuh, dengan penggunaan hanya kurang dari 10%.
  • Daya Saing Harga: Produk dalam negeri seringkali lebih mahal dibandingkan produk impor, membuat adopsi produk lokal menjadi kurang menarik.
  • Dukungan Finansial: Industri lokal kekurangan dukungan finansial yang memadai untuk mengembangkan teknologi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi lain, beberapa komponen PLTS seperti kabel (TKDN 99,96%) dan penyangga modul (TKDN 71,74%) telah menunjukkan capaian TKDN yang tinggi, membuktikan adanya potensi besar untuk pengembangan industri lokal.

Strategi dan Target Jangka Panjang

Untuk mengatasi tantangan di atas, diperlukan langkah-langkah strategis:

  1. Regulasi yang Mendukung: Mendorong penggunaan modul PLTS dengan TKDN minimal 40% di semua proyek dan merevisi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 4 dan 5 Tahun 2017 agar lebih realistis dan konsisten.
  2. Dukungan Keuangan: Memastikan perbankan nasional memberikan pendanaan yang kuat untuk industri PLTS dalam negeri.
  3. Pengembangan Industri Sel Surya: Fokus pada pembangunan industri sel surya di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor.

Melalui upaya ini, roadmap TKDN PLTS menargetkan hingga 78% untuk PLTS off-grid dan 69% untuk PLTS on-grid pada tahun 2030. Peningkatan ini diproyeksikan akan menciptakan efek pengganda ekonomi yang signifikan, dengan potensi penciptaan output hingga Rp96,161 miliar dan nilai tambah sebesar Rp80,725 miliar.

Secara keseluruhan, upaya ini bukan hanya tentang mencapai target energi terbarukan, tetapi juga tentang membangun ekosistem industri yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan yang akan menjadi pendorong utama ekonomi hijau di Indonesia.

sumber:

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_upaya-peningkatan-tkdn-industri-plts-skala-activity-7371837724644839424-64Ow?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO