Panduan Teknis GIS Berbasis Forest Reference Emission Level (FRL/FREL)

Dokumen ini menyajikan panduan teknis yang komprehensif mengenai penerapan Geographic Information System (GIS) untuk Akuntansi Karbon Hutan (Forest Carbon Accounting) dengan mengacu pada kerangka kerja Forest Reference Emission Level (FRL/FREL). Panduan ini sangat vital bagi mereka yang terlibat dalam inventarisasi karbon berbasis lahan, menguraikan tahapan mulai dari memastikan Kepastian Batas dan Luas Area berdasarkan legalitas lahan, hingga menghasilkan peta yang dibutuhkan untuk perhitungan emisi. Inti dari proses ini adalah Klasifikasi Tutupan Lahan (Land Cover), yang membedakan antara kategori hutan alami (Primary dryland forest, Secondary mangrove) dan non-hutan (Estate crop, Mining areas) sesuai dengan kategori IPCC.
Proses penafsiran citra satelit menjadi elemen kunci dalam analisis ini. Sumber data geospasial seperti citra resolusi tinggi/sedang (misalnya, Landsat dan Sentinel) digunakan, dengan mempertimbangkan resolusi spasial, spektral, dan temporal. Klasifikasi tutupan lahan dapat dilakukan secara visual—menggunakan sembilan unsur interpretasi seperti rona, tekstur, dan bentuk—atau secara otomatis, memanfaatkan teknologi seperti Object Based Image Analysis (OBIA) atau Machine Learning melalui platform Google Earth Engine. Setelah klasifikasi awal selesai, sangat ditekankan untuk melakukan pengecekan lapangan (ground truthing) dan Uji Akurasi tematik, menggunakan metode matriks kesalahan (confusion matrix) untuk menghitung akurasi keseluruhan, producer’s accuracy, dan user’s accuracy. Jika akurasi hasil (< 80%), perbaikan peta tutupan lahan wajib dilakukan.
Langkah selanjutnya mencakup perhitungan stok karbon yang membutuhkan Rancangan Pengambilan Contoh (Sampling Design) yang ketat, sesuai standar SNI 7724:2019. Metode pengambilan contoh (plot) harus disesuaikan dengan homogenitas areal, mencakup teknik simple random sampling, systematic sampling, atau stratified sampling. Hasil akhir dari serangkaian analisis GIS ini adalah Peta Perubahan Tutupan Lahan untuk periode referensi (misalnya, 10 tahun terakhir atau sesuai FRL 2006–2020). Peta perubahan ini memiliki fungsi ganda: sebagai data pendukung utama untuk menyusun baseline akuntansi karbon hutan, dan sebagai database strategis bagi pemerintah maupun unit manajemen untuk mengambil keputusan mengenai lokasi dan jenis aksi mitigasi yang paling efektif.
⚠️ Disclaimer:
Isi konten dalam dokumen ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak pembuat atau penerbit asli. Kami hanya membagikan ulang informasi ini untuk tujuan edukasi dan referensi. Segala pandangan, opini, atau data yang terkandung di dalamnya tidak mencerminkan sikap atau tanggung jawab kami. Harap verifikasi informasi secara independen sebelum menggunakannya untuk pengambilan keputusan.
Source:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




