Perubahan iklim dinilai berdampak bagi UMKM

Krisis Iklim dan Dilema Transisi Hijau: UMKM Menghadapi Dampak Ganda
Artikel ini menyoroti dua ancaman utama terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): dampak langsung dari krisis iklim dan tantangan tak terduga dari proses transisi menuju ekonomi hijau.
Dampak Nyata Krisis Iklim pada UMKM
Peningkatan krisis iklim, cuaca ekstrem, dan bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, kebakaran hutan, abrasi) secara langsung mengancam keberlangsungan dan pendapatan UMKM.
| Lokasi | Bencana | Dampak |
| Muara Gembong, Bekasi | Abrasi air laut | Wilayah subur tergerus, beberapa desa terancam tenggelam. |
| Semarang, Jawa Tengah | Banjir rob (air laut pasang) | Kerugian ekonomi signifikan akibat bencana yang terjadi terus-menerus. |
Studi Kasus: Dilema Transisi Hijau di Lombok Barat
Usnawati, seorang pelaku UMKM jamur di Lombok Barat, NTB, mengalami kesulitan produksi yang diakibatkan oleh kebijakan transisi energi hijau PLN.
- Masalah: Usaha jamur Usnawati terhambat karena serbuk gergaji (bahan baku utama) menjadi sulit didapat dan harganya mahal.
- Penyebab: Serbuk gergaji kini dikontrak oleh PLN untuk menggantikan bahan bakar fosil, sejalan dengan upaya mengurangi emisi karbon.
- Dampak: Produksi Usnawati menurun drastis, dari yang sebelumnya bisa setiap hari menjadi hanya 1 kali sebulan.
Usnawati mengadukan persoalan ini dan menerima jawaban yang mengecewakan dari pimpinan daerah, yang secara implisit memintanya memilih antara kelangsungan usahanya atau pasokan listrik yang stabil (“Ibu pilih mana, apakah sebaiknya listriknya mati dan ibu terus berusaha jamur, atau listrik hidup dan usaha ibu sedikit terganggu”).
Pentingnya ‘Just Transition’ dan Solusi Ketenagakerjaan
Perwakilan International Labour Organization (ILO), Dina Novita Sari, menekankan bahwa proses transisi ke arah ekonomi hijau harus bersifat Berkeadilan (Just Transition).
- Proteksi Sosial: Masyarakat yang terdampak negatif oleh proses transisi harus diberikan perlindungan sosial agar kehidupan mereka tidak terganggu.
- Tantangan Pekerjaan: Secara global, 1,2 miliar pekerjaan terkait ekosistem berpotensi terdampak. Meskipun transisi hijau menciptakan peluang kerja baru (job opportunity), pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian spesifik.
- Solusi ILO: Perlunya program upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (penyesuaian keterampilan) agar masyarakat yang terdampak dapat mengisi lapangan kerja baru, menjadikan transisi hijau lebih inklusif.
Komitmen Regional dan Pendekatan Etika
- Peta Jalan Nasional: Kementerian PPN/Bappenas memaparkan peta jalan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim di tingkat nasional.
- Komitmen NTB: Kepala Bappeda NTB, Iswandi, mempresentasikan kebijakan Pembangunan Ekonomi Hijau NTB (Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2025-2045) dan upaya mencapai net zero emission 10 tahun lebih cepat dari target nasional (Hairil Anwar, Universitas Mataram).
- Integrasi Etika Islam: Prof. Said Muhammad (UIN Syarif Hidayatullah) menawarkan integrasi etika ke dalam Transisi Hijau melalui konsep Hifz’al-Bi’ah (menjaga lingkungan) menggunakan tiga pendekatan:
- Tawazun: Keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan ekologi.
- Ta’awun: Kolaborasi lintas sektor untuk keadilan ekologis.
- Hisbah: Pengawasan moral untuk memastikan bisnis beretika.
sumber:
https://www.metrotvnews.com/read/b7WCgPpR-perubahan-iklim-dinilai-berdampak-bagi-umkm
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




