Berita

Regulasi pengelolaan sampah MBG di Sampang masih belum jelas

Lonjakan Sampah Program MBG Sampang Kian Mengkhawatirkan, Regulasi Pengelolaan Belum Jelas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, seiring dengan bertambahnya jumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, telah memicu peningkatan volume sampah harian secara signifikan. Ironisnya, hingga saat ini, regulasi teknis pengelolaan sampah spesifik untuk program MBG tersebut masih belum memiliki kejelasan.

Dampak Nyata: Peningkatan Volume Sampah dan Ancaman TPA

Kekhawatiran yang diungkapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang semakin beralasan, mengingat lonjakan produksi sampah yang sudah mencapai batas kritis.

  • Produksi Sampah Harian: Data awal bulan lalu menunjukkan produksi sampah harian di Sampang telah mencapai 27 ton per hari.
  • Kapasitas TPA: Peningkatan ini membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gunung Maddah berada di ambang kapasitas maksimum.

“Sejak ada MBG, volume sampah naik signifikan. Kalau tidak segera ditangani, tumpukan ini bisa meluber dan memicu bencana lingkungan,” ujar Aulia Arif, Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang.

Karakteristik Sampah Dapur MBG

Saat ini, terdapat sekitar 36 dapur aktif yang terlibat dalam program MBG, menyajikan ribuan porsi makanan setiap hari. Identifikasi jenis sampah dari aktivitas ini sangat penting untuk menyusun strategi pengelolaan yang tepat:

Jenis LimbahPersentaseContoh Sampah
OrganikSekitar 70%Sisa makanan dan bahan dapur.
Non-OrganikSekitar 30%Kemasan plastik.

Risiko Lingkungan dan Kualitas Makanan

Pengelolaan sampah yang tidak dipilah sejak awal menimbulkan dua risiko besar:

  1. Kelelahan TPA: TPA akan kewalahan menampung volume sampah campuran yang tinggi.
  2. Kualitas Makanan: Terdapat risiko terhadap kualitas makanan yang disajikan jika kebersihan di dapur terganggu oleh manajemen sampah yang buruk.

Upaya DLH dan Mendesaknya Aksi Lapangan

DLH Sampang mengakui urgensi masalah ini dan saat ini tengah berupaya menyusun kerangka regulasi.

  • Langkah yang Diambil: Penyusunan surat edaran dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah dapur MBG.
  • Tantangan Utama: Meskipun regulasi sedang disusun, Aulia Arif menekankan bahwa “aksi langsung di lapangan jauh lebih mendesak” untuk mengatasi tumpukan sampah sebelum memicu bencana lingkungan.

Kejelasan regulasi dan implementasi pengelolaan sampah yang efektif di dapur MBG menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan Sampang.

sumber:
https://beritajatim.com/regulasi-pengelolaan-sampah-mbg-di-sampang-masih-belum-jelas

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO