Cara kreatif pengelola Pasar Induk Caringin olah sampah organik jadi bioetanol

Inovasi Pengolahan Sampah di Pasar Induk Caringin: Dari Limbah Menjadi Bioetanol dan Pakan Ternak
Menanggapi isu penumpukan sampah yang sempat viral, pengelola Pasar Induk Caringin melakukan langkah strategis dengan menggandeng PT Solusindo Bioteknologi. Kolaborasi ini mengubah paradigma pengelolaan sampah pasar dari sekadar pembuangan menjadi proses produksi bernilai ekonomi tinggi ( waste-to-energy).
Transformasi Limbah Menjadi Produk Bernilai
Sistem pengolahan yang diterapkan di TPS Pasar Caringin memastikan hampir nol residu (zero waste). Sampah organik yang masuk diolah menjadi tiga produk utama:
- Bioetanol: Digunakan sebagai bahan baku bagi industri farmasi.
- Pakan Ternak Berkualitas: Limbah organik yang dilayukan dan dicacah terbukti meningkatkan produksi susu sapi (naik 1–2 liter/hari dibandingkan pakan rumput).
- Refuse Derived Fuel (RDF): Sampah yang tercampur plastik atau terigu diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk sektor industri.
Kapasitas dan Efisiensi Operasional
Meskipun baru berjalan selama satu bulan, fasilitas ini telah menunjukkan performa yang signifikan di lahan terbatas:
- Realisasi Saat Ini: Mengolah ±25 ton sampah per hari.
- Target Optimal: 40 ton sampah per hari (setelah pembangunan infrastruktur mesin selesai).
- Kebutuhan Lahan: Efisien, hanya memerlukan area sekitar 200 meter persegi.
- Keunggulan Ekonomi: Produk pakan ternak memiliki harga kompetitif dibanding pakan pabrikan, sehingga stok selalu terserap pasar (Bogor dan Bandung) dan tidak menumpuk di gudang.
Model Bisnis Investasi Mandiri
Berbeda dengan proyek pemerintah pada umumnya, inisiatif ini menggunakan skema investasi murni dari pihak swasta. PT Solusindo Bioteknologi tidak menggunakan dana daerah (APBD) maupun dana dari PD Pasar Caringin dalam mengoperasikan fasilitas ini.
“Kami tidak meminta pendanaan daerah, justru kami berinvestasi di sini. Yang paling menantang adalah memastikan pemangku kebijakan mau membuka diri untuk bekerja sama,” ujar Diki Haedi, Pemilik PT Solusindo Bioteknologi.
Hambatan dan Potensi Replikasi
Sistem yang diterapkan di Pasar Caringin diklaim sangat aplikatif untuk diterapkan di tingkat TPS atau pasar tradisional lainnya karena mampu menangani sampah rumah tangga maupun residu masyarakat.
Saat ini, pihak perusahaan sedang berupaya memperluas kerja sama dengan Pemkot Bandung untuk mengolah sampah di wilayah Astana Anyar. Namun, realisasi tersebut masih menunggu kejelasan legalitas dan surat keterangan kerja sama dari pihak pemerintah kota.
- Solusi Bau: Pengolahan cepat mencegah fermentasi liar yang menyebabkan bau busuk.
- Dampak Peternakan: Meningkatkan produktivitas susu sapi lokal.
- Sektor Industri: Menyediakan alternatif bahan bakar (RDF) dan bahan kimia (Bioetanol).
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



