Tinjauan Teknologi Produksi Metanol Dari Sampah Domestik (Municipal Solid Waste): Status Kematangan Teknis, Kelayakan Komersial, Dan Implikasi Bagi Indonesia

Pengelolaan sampah domestik (municipal solid waste/MSW) dan transisi energi menuju bahan bakar rendah karbon merupakan dua tantangan besar yang dihadapi secara global, termasuk Indonesia. Teknologi konversi MSW menjadi metanol (waste-to-methanol/WtM) menawarkan pendekatan yang mampu menjawab kedua persoalan tersebut secara simultan.
Artikel ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai tingkat kematangan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) dan kelayakan komersial WtM berdasarkan kajian literatur ilmiah, data proyek komersial, serta studi tekno-ekonomi terkini. Dua jalur teknologi utama yang dievaluasi meliputi:
- Gasifikasi MSW untuk menghasilkan syngas yang kemudian disintesis menjadi metanol.
- Konversi fraksi organik MSW menjadi biogas yang selanjutnya direformasi menjadi metanol.
Hasil kajian menunjukkan bahwa secara teknis, teknologi gasifikasi MSW-ke-metanol telah mencapai TRL 7–8, dengan demonstrasi skala komersial oleh Enerkem di Edmonton pada periode 2014–2024. Namun, fasilitas tersebut akhirnya ditutup akibat capaian yield produksi yang jauh di bawah target serta permasalahan finansial. Studi tekno-ekonomi yang dilakukan oleh National Renewable Energy Laboratory (2023) mengindikasikan bahwa harga jual minimum (minimum selling price/MSP) metanol berbasis MSW mencapai sekitar US$0,55/kg—hampir dua kali lipat dibandingkan metanol berbasis gas alam (US$0,30/kg)—dengan yield sekitar 0,48 kg metanol per kg MSW.
Di sisi lain, proyek biogas-ke-metanol di Shanghai yang mulai beroperasi pada Desember 2025 dengan kapasitas 100.000 ton per tahun menunjukkan jalur alternatif yang secara ekonomi lebih menjanjikan, dengan potensi penurunan biaya produksi lebih dari 30%.
Indonesia, yang menghasilkan sekitar 33,8–43,2 juta ton MSW per tahun dengan tingkat pengelolaan baru mencapai 32%, memiliki potensi besar untuk mengadopsi teknologi ini. Peluang tersebut semakin terbuka dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang memperluas cakupan waste-to-energy hingga ke produksi bahan bakar terbarukan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi hambatan signifikan, antara lain heterogenitas komposisi sampah, kebutuhan investasi yang sangat besar (lebih dari €800 juta untuk kapasitas 240.000 ton metanol per tahun), serta keterbatasan infrastruktur pra-perlakuan (pre-treatment) yang memadai.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



