Tahukah Anda

Yuk kenalan! Satwa penjaga situs Ramsar di Indonesia

Garda Depan Lahan Basah: Mengenal Satwa Penjaga Situs Ramsar di Indonesia

Indonesia memiliki 7 Situs Ramsar (lahan basah yang ditetapkan secara internasional sebagai wilayah sangat penting bagi ekosistem global). Keberadaan satwa-satwa tertentu di situs ini bukan sekadar penghuni, melainkan spesies indikator artinya, jika satwa ini sehat, maka kesehatan bumi kita juga terjaga.

Berikut adalah beberapa “penjaga” utama di beberapa Situs Ramsar Indonesia:

1. Bekantan (Nasalis larvatus) – Taman Nasional Danau Sentarum

Di lahan basah Kalimantan Barat ini, Bekantan menjadi simbol kesehatan hutan rawa gambut dan riparian.

  • Tugas Ekologis: Sebagai herbivora, mereka membantu penyebaran biji-bijian yang menjaga regenerasi hutan di sekitar perairan.
  • Indikator Kesehatan: Bekantan sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air dan kerusakan pohon di pinggir sungai. Hilangnya mereka menandakan rusaknya sistem hidrologi lahan basah.

2. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) – Taman Nasional Way Kambas

Sebagai situs Ramsar yang mencakup hutan rawa dan pesisir, Way Kambas bergantung pada peran gajah.

  • Tugas Ekologis: Gajah adalah “insinyur ekosistem”. Saat mereka bergerak di lahan basah, mereka menciptakan jalur air kecil dan membuka ruang bagi pertumbuhan tanaman baru melalui kotoran yang mereka tinggalkan.

3. Buaya Muara & Burung Air – Taman Nasional Berbak dan Sembilang

Situs ini merupakan salah satu hutan mangrove dan rawa gambut terluas di Asia Tenggara.

  • Tugas Ekologis: Burung migran yang singgah di sini menghubungkan ekosistem antarbenua. Keberadaan predator seperti buaya muara memastikan populasi ikan dan satwa lain tetap terkendali, menjaga rantai makanan tetap stabil.

Mengapa Mereka Disebut Penjaga Keseimbangan?

Lahan basah yang masuk dalam Situs Ramsar memiliki fungsi yang sangat kompleks:

  1. Stabilitas Iklim: Menyimpan karbon dalam jumlah masif. Satwa membantu memastikan vegetasi penyerap karbon ini tetap lestari.
  2. Ketersediaan Air: Satwa menjaga siklus nutrisi tanah sehingga kemampuan lahan basah menyerap dan menyaring air tetap optimal.
  3. Benteng Bencana: Lahan basah yang terjaga oleh satwa endemiknya akan lebih kuat dalam menahan laju abrasi dan mencegah banjir.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Mengenal mereka adalah langkah pertama. Dengan menjaga habitat mereka agar tidak beralih fungsi menjadi lahan industri atau pemukiman, kita turut memastikan “ginjal bumi” ini terus berfungsi bagi generasi mendatang.

Fakta Menarik: Indonesia memiliki lebih dari 13 juta hektar lahan basah yang tersebar di seluruh nusantara, namun baru sebagian kecil yang mendapat perlindungan internasional melalui konvensi Ramsar.

sumber:

https://www.instagram.com/p/DUk6we-kuMr/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Baca juga
Close
Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO