Kisah Hormes mempertahankan hutan dan budaya Papua

Penjaga Benteng Terakhir Hutan Papua dan Kedaulatan Adat
Di tengah ancaman eksploitasi lahan yang masif, muncul sosok Hormes, seorang putra asli Papua yang mengemban misi ganda: sebagai Polisi Kehutanan (Polhut) di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, sekaligus penjaga warisan budaya suku Moi.
1. Garis Depan Pertahanan Konservasi
Sejak tahun 2007, Hormes telah mendedikasikan dirinya untuk mengawasi zona-zona biodiversitas paling krusial di wilayah Kepala Burung Papua, meliputi:
- Cagar Alam Pegunungan Tamrau Utara: Habitat penting bagi berbagai flora dan fauna endemik.
- Pantai Sausapor: Area pendaratan penyu dan ekosistem pesisir.
- Taman Wisata Alam (TWA) Sorong & Klamono: Paru-paru hijau yang rentan terhadap perambahan kota.
2. Konteks Krisis: Hilangnya “Paru-Paru” Timur
Peran Hormes menjadi sangat vital mengingat data dari Global Forest Watch mencatat angka kehilangan yang mengkhawatirkan. Antara tahun 1992 hingga 2022, Tanah Papua kehilangan sekitar 687.000 hektare hutan primer.
Luas hutan yang hilang ini setara dengan 10 kali luas wilayah DKI Jakarta. Kehilangan ini bukan sekadar angka, melainkan hilangnya habitat bagi Cenderawasih, Kanguru Pohon, dan ribuan spesies lain yang belum teridentifikasi.
3. Diplomasi Budaya: Menjembatani Hukum dan Adat
Hormes memiliki pendekatan unik dalam menyelesaikan konflik konservasi. Ia memanfaatkan identitasnya sebagai anak tokoh adat suku Moi untuk melakukan negosiasi akar rumput.
- Melawan Provokasi Pemodal: Ia mengedukasi warga agar tidak terjebak janji manis korporasi sawit, pertambangan, dan pembalakan liar yang sering memicu perburuan satwa endemik.
- Pengetahuan Lokal sebagai Senjata: Hormes mengajarkan bahwa hutan bukan komoditas, melainkan “ibu” yang memberi kehidupan sebuah nilai yang ia warisi dari ayahnya.
4. Estafet Perjuangan: Papua Cerita Konservasi
Menyadari bahwa perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri, Hormes mendirikan gerakan Papua Cerita Konservasi pada tahun 2018.
- Sasaran: Generasi muda Papua.
- Pencapaian: Berhasil menggerakkan pemuda di wilayah Kepala Burung untuk secara kolektif menolak ekspansi perkebunan sawit yang mengancam wilayah adat mereka.
Hutan adalah Ruang Hidup
Bagi Hormes, menjaga hutan Papua bukan sekadar menjalankan tupoksi undang-undang. Ini adalah upaya mempertahankan ruang hidup terakhir. Jika hutan hilang, maka hilang pula identitas, budaya, dan sumber penghidupan masyarakat adat Papua.
sumber:
https://www.instagram.com/reel/DTSgYpfj3QR/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




