Di Jepang pohon-pohon tidak ditebang, namun dipindahkan dengan rapi saat membuat jalan baru

Nekko-maki: Seni Memindahkan Pohon di Jepang demi Pembangunan Berkelanjutan
Di banyak negara, pelebaran jalan sering kali berarti akhir bagi pepohonan di pinggir jalan. Namun, di Jepang, pohon dewasa tidak dianggap sebagai penghalang, melainkan aset lingkungan yang tak ternilai. Melalui teknik yang dikenal sebagai Nekko-maki, Jepang memilih jalur yang lebih rumit namun etis: merelokasi pohon alih-alih menebangnya.
1. Proses Teknis yang Presisi
Memindahkan pohon besar bukan sekadar mencabut dan menanam kembali. Ini adalah operasi “bedah” botani yang membutuhkan ketelitian tinggi:
- Pemangkasan Akar (Root Pruning): Setahun sebelum dipindahkan, akar utama dipotong secara strategis. Hal ini memaksa pohon menumbuhkan akar-akar halus baru di dekat pangkal batang. Akar halus inilah yang nantinya akan menyerap air dan nutrisi di lokasi baru.
- Pembungkusan Bola Akar (Root Balling): Gumpalan tanah yang berisi akar halus dibungkus dengan kain goni dan diikat kuat dengan tali jerami. Ini menjaga kelembapan dan struktur tanah agar pohon tidak mengalami stres berat.
- Logistik Alat Berat: Menggunakan derek (crane) khusus, seluruh struktur pohon diangkat secara vertikal untuk menjaga keseimbangan beban, lalu diangkut ke lokasi penanaman kembali yang sudah disiapkan ekosistemnya.
2. Mengapa Memilih Jalan yang Sulit?
Menebang pohon mungkin hanya butuh waktu satu jam, sementara persiapan relokasi bisa memakan waktu 6 hingga 12 bulan. Jepang melakukan ini karena beberapa alasan krusial:
- Pelestarian Warisan Alam: Pohon yang telah tumbuh selama 50 tahun memberikan naungan dan karakter lingkungan yang tidak bisa digantikan oleh bibit pohon baru dalam waktu singkat.
- Nilai Ekosistem: Pohon dewasa memiliki kapasitas penyerapan karbon dan produksi oksigen yang jauh lebih besar dibandingkan pohon muda.
- Psikologi Masyarakat: Keberadaan pohon besar di area pemukiman meningkatkan kesejahteraan mental penduduk dan menjaga nilai estetika kawasan tersebut.
3. Investasi Jangka Panjang
Meski biaya relokasi jauh lebih mahal daripada penebangan, pemerintah Jepang memandangnya sebagai investasi. Dengan mempertahankan pohon yang sudah ada, mereka tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan kembali manfaat ekologis (seperti pendinginan suhu kota dan pengendalian air tanah) yang hilang akibat pembangunan jalan.
Pembangunan infrastruktur tidak harus mengorbankan alam. Jepang membuktikan bahwa dengan teknologi yang tepat dan kesabaran, modernitas dan tradisi hijau bisa berjalan berdampingan.
sumber:
https://www.instagram.com/p/DSmp6QWEjDE/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




