Praktik Baik

Akuaponik Sebagai Nyata Pencegahan Stunting Berbasis Ketahanan Pangan Mandiri

Inovasi di bidang pertanian tidak hanya berperan dalam meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah penerapan sistem akuaponik sebagai upaya pencegahan stunting berbasis ketahanan pangan mandiri. Program ini dilaksanakan di Desa Banjaragung, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.

Kegiatan ini bertujuan membantu mencegah stunting pada balita melalui pemanfaatan sistem pertanian terpadu yang sederhana, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Akuaponik menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap persoalan stunting yang masih ditemukan di Desa Banjaragung. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang masih memiliki angka balita terdampak stunting yang cukup tinggi.

Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Dampaknya jauh lebih luas, karena dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat.

Program ini diwujudkan melalui pemberian serta penerapan sistem akuaponik kepada keluarga yang memiliki balita terdampak stunting. Akuaponik merupakan metode budidaya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu sistem yang saling terhubung. Melalui sistem ini, keluarga dapat memperoleh sumber pangan bergizi secara mandiri, yaitu ikan sebagai sumber protein hewani dan sayuran sebagai sumber vitamin serta mineral.

Akuaponik dipilih karena memiliki berbagai keunggulan. Sistem ini relatif mudah diterapkan, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta dapat dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan rumah. Hasil panen dari akuaponik diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi balita secara rutin, sehingga membantu mencegah terjadinya stunting secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Tidar melalui bidang Kemasyarakatan dan Sosial Masyarakat (Sosmas) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Universitas Tidar. Pelaksanaan program juga melibatkan perangkat desa serta masyarakat Desa Banjaragung yang memiliki balita terdampak stunting.

Mahasiswa memberikan bantuan berupa instalasi akuaponik sederhana sekaligus melakukan pendampingan dalam proses penerapannya. Perangkat desa turut berperan dalam melakukan pendataan balita yang membutuhkan intervensi serta memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu mengelola sistem akuaponik secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Kegiatan akuaponik sebagai upaya pencegahan stunting ini dilaksanakan pada 19 Juni 2025 dalam bentuk edukasi dan praktik langsung kepada masyarakat. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami secara praktis cara mengelola sistem akuaponik di lingkungan rumah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan beberapa narasumber yang membahas dua fokus utama, yaitu pengelolaan sistem akuaponik dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai cara budidaya ikan dan tanaman secara terpadu serta pentingnya asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan keluarga penerima manfaat. Setelah itu, mahasiswa menyiapkan instalasi akuaponik yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah warga. Instalasi tersebut kemudian diserahkan kepada keluarga penerima manfaat disertai dengan penjelasan mengenai cara merawat ikan dan tanaman.

Pendampingan juga diberikan dalam hal pemberian pakan ikan, pengelolaan kualitas air, serta perawatan tanaman agar sistem akuaponik dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, ikan lele dipilih sebagai komoditas budidaya karena relatif mudah dipelihara dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Sementara itu, tanaman kangkung dipilih karena cepat tumbuh dan mudah dibudidayakan.

Sistem akuaponik yang diterapkan dirancang secara sederhana agar mudah dipahami dan dikelola oleh masyarakat. Air dari kolam ikan yang mengandung sisa pakan dan kotoran ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Tanaman kemudian berfungsi menyaring air sebelum dialirkan kembali ke kolam ikan, sehingga tercipta siklus yang saling menguntungkan antara ikan dan tanaman.

Selain efisien, sistem ini juga lebih ramah lingkungan. Akuaponik memanfaatkan air secara berulang sehingga lebih hemat dibandingkan sistem pertanian konvensional. Tanaman tidak memerlukan pupuk kimia karena nutrisi berasal dari limbah ikan, sehingga pangan yang dihasilkan menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Melalui program ini, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi balita dengan lebih baik. Konsumsi ikan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, sedangkan sayuran segar mendukung asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Selain memberikan manfaat kesehatan, akuaponik juga memiliki potensi manfaat sosial dan ekonomi. Masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Dalam jangka panjang, hasil panen yang berlebih bahkan berpotensi dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Program ini juga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan keluarga serta pola hidup sehat. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat turut memperkuat hubungan sosial serta meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak nyata, akuaponik dapat menjadi salah satu langkah inovatif dalam upaya pencegahan stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga.


Sumber artikel:
https://www.kompasiana.com/ariekasaputra3391/69a468d8ed64152dbf039002/akuaponik-sebagai-ketahanan-pangan-mandiri-dan-peluang-agribisnis

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO