Kemen PU gandeng pelaku industri perkuat rantai pasok hijau konstruksi

Akselerasi Rantai Pasok Hijau: Sinergi Kemen PU dan Pelaku Industri Menuju Konstruksi Rendah Karbon
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkuat langkah dekarbonisasi nasional melalui forum diskusi strategis bertajuk “Pembahasan Kesiapan Rantai Pasok Hijau dalam Mendukung Program Dekarbonisasi Sektor Konstruksi”. Agenda yang digelar di Jakarta pada 13 Maret 2026 ini bertujuan menyusun standar instrumen emisi yang kredibel bagi industri bangunan dan infrastruktur.
1. Kolaborasi Strategis dan Dasar Hukum
Dalam agenda yang bekerja sama dengan Global Building Performance Network (GBPN) ini, pemerintah menegaskan bahwa transisi menuju konstruksi berkelanjutan didasarkan pada payung hukum yang kuat, yaitu:
- PP Nomor 14 Tahun 2021: Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
- Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021: Tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.
2. Peran Vital Sektor Material: Studi Kasus WIKA Beton
Sebagai salah satu pemimpin pasar beton pracetak, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menjadi narasumber kunci dalam memetakan kesiapan industri. Mengingat semen dan beton merupakan penyumbang emisi karbon global yang signifikan, WIKA Beton memaparkan tiga pilar transformasi mereka:
- Mekanisme Perhitungan Jejak Karbon: Implementasi sistem pemantauan emisi di sepanjang siklus produksi dan distribusi.
- Inovasi Produk Rendah Karbon: Pengembangan material alternatif yang mengurangi ketergantungan pada semen konvensional tanpa mengurangi kekuatan struktur.
- Kematangan ESG: Pencapaian skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71, yang mencerminkan tata kelola perusahaan yang berorientasi pada mitigasi dampak lingkungan.
3. Instrumen Dekarbonisasi Masa Depan
Diskusi ini menyoroti dua instrumen krusial yang tengah digodok pemerintah untuk menciptakan standar pelaporan yang transparan bagi seluruh kontraktor dan penyedia material:
| Instrumen | Fungsi Utama |
| Environmental Product Declaration (EPD) | Label lingkungan tipe III yang menyajikan data transparan mengenai dampak lingkungan produk sepanjang siklus hidupnya. |
| Data Faktor Emisi Material | Basis data standar untuk menghitung emisi karbon dari setiap jenis material konstruksi yang digunakan di Indonesia. |
4. Target Ambisius 2060
Inisiatif rantai pasok hijau ini merupakan bagian dari peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dengan adanya sinergi antara regulator (Kemen PU) dan penyedia jasa (WIKA Beton), diharapkan sektor konstruksi tidak hanya fokus pada ketahanan fisik bangunan, tetapi juga pada jejak karbon yang ditinggalkan.
“Peran penyedia material adalah faktor kunci. Integrasi prinsip konstruksi berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan industri tetap kompetitif di era ekonomi hijau,” jelas Ir. Festy Ratna Aditama dari WIKA Beton.
Langkah Kemen PU ini menandai pergeseran dari sekadar “membangun fisik” menjadi “membangun ekosistem”. Ketersediaan data EPD akan memaksa industri untuk lebih kompetitif dalam menciptakan material ramah lingkungan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




