Libur Lebaran 2026, Pemkot Bandung Siagakan 2.266 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kota Tetap Bersih

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah serius dalam menjaga kebersihan kota selama periode libur Lebaran 2026. Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, sebanyak 2.266 petugas kebersihan disiagakan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah selama momen Lebaran dilakukan dengan skema khusus. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti.
Meski demikian, penghentian sementara ini tidak berarti pengelolaan sampah terhenti. DLH tetap melakukan pemantauan intensif di berbagai titik strategis untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga. Ribuan petugas tersebut disebar di 263 titik pantau yang meliputi pasar tradisional, ruas jalan utama, hingga pusat-pusat keramaian yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas selama Lebaran.
Dalam pembagian tugasnya, DLH telah menyusun jadwal kerja yang terstruktur. Sebanyak 926 petugas dikerahkan pada H-1 Lebaran, kemudian 211 petugas bertugas saat Hari H. Sementara itu, jumlah petugas kembali ditingkatkan menjadi 640 orang pada H+1, dan mencapai 1.025 orang pada H+2 Lebaran. Strategi ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah yang biasanya terjadi setelah perayaan berlangsung.
Selain personel, Pemkot Bandung juga menyiagakan ratusan armada pendukung, mulai dari truk pengangkut sampah, kendaraan operasional, hingga alat berat. Seluruh fasilitas ini difungsikan untuk mempercepat penanganan sampah di lapangan dan memastikan tidak terjadi penumpukan yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah selama periode Lebaran. Menurutnya, jumlah petugas yang besar sekalipun tidak akan cukup tanpa dukungan dari warga.
Ia mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif dalam membantu proses pengelolaan dan pengurangan volume sampah secara keseluruhan.
“Petugas kita memang ribuan, tetapi tanpa kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah, upaya ini tidak akan maksimal,” ujarnya.
Selain fokus pada kebersihan, Pemkot Bandung juga melakukan pengawasan langsung di sejumlah titik rawan timbulan sampah, seperti kawasan pasar tradisional, termasuk Pasar Kiaracondong. Area ini menjadi perhatian khusus karena aktivitas jual beli meningkat signifikan selama Lebaran.
Tidak hanya itu, penataan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban kota. Pemkot Bandung berupaya menyeimbangkan antara mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan menjaga kelancaran lalu lintas.
“Kami tetap mendukung ekonomi kerakyatan, namun ketertiban harus dijaga agar tidak mengganggu pengguna jalan,” kata Farhan.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkot Bandung berharap suasana kota selama libur Lebaran 2026 tetap bersih, tertib, dan nyaman. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




