Berita

Potensi sampah MBG di Bandung 40-60 ton setiap hari

Darurat Sampah MBG di Kota Bandung Tantangan dan Solusi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi menyumbang timbulan sampah baru sebesar 40 hingga 60 ton per hari di Kota Bandung. Dengan kondisi TPA Sarimukti yang sedang mengalami pembatasan kuota, limbah dari dapur hingga sisa makanan di sekolah kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

1. Data dan Skala Dampak

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, beban sampah tersebut berasal dari:

  • Jumlah Pengelola: Lebih dari 200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Volume Limbah: Rata-rata setiap SPPG menghasilkan 200–300 kg sampah organik setiap harinya.
  • Jenis Sampah: Dominan berupa sisa sayuran, sisa makanan (nasi/lauk), dan limbah persiapan dapur.

2. Regulasi dan Kewajiban Pengelola

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menegaskan bahwa SPPG dikategorikan sebagai Kawasan Berpengelola (Area Komersial). Berdasarkan aturan yang berlaku:

  • Mandiri dalam Pengolahan: SPPG wajib mengolah sampahnya sendiri dan dilarang membuang limbah organik ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
  • Sanksi Tegas: Pemerintah bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) akan mencabut izin operasional SPPG yang terbukti tidak mengolah sampahnya secara mandiri.
  • Rekomendasi Metode: Pengelola didorong untuk bekerja sama dengan komunitas pengolah limbah atau pembudi daya maggot (BSF).

3. Kondisi Krisis Sampah di Bandung

Situasi ini semakin mendesak mengingat Kota Bandung sedang berada dalam masa pembatasan pembuangan ke TPA:

  • Kuota Harian: Jatah normal sebesar 980 ton/hari.
  • Tambahan Darurat: Sekda Jabar memberikan tambahan kuota 120 ton untuk menangani penumpukan yang mulai terjadi kembali di berbagai titik kota.

4. Success Story: Pilot Project SMAN 18 Bandung

Sebagai contoh keberhasilan pengolahan di tingkat hilir, SMAN 18 Bandung telah berhasil mengelola sampah sisa program MBG secara mandiri melalui pendampingan dari Universitas Padjadjaran (Unpad):

Aspek PengolahanHasil & Dampak
MetodePemilahan, penimbangan, dan pengomposan.
Hasil ProduksiPanen perdana (Maret 2026) menghasilkan 150 kg kompos.
Nilai EkonomisPenjualan kompos dan sampah anorganik memberikan pemasukan tambahan bagi sekolah.
KeberlanjutanSebagian kompos diolah kembali menjadi bioaktivator untuk mempercepat siklus pengolahan berikutnya.

Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari pemenuhan nutrisi siswa, tetapi juga dari kemampuan sistem pendukungnya (SPPG dan Sekolah) dalam mengelola residu organik agar tidak memperparah krisis lingkungan di Jawa Barat.

sumber:
https://www.tempo.co/lingkungan/potensi-sampah-mbg-di-bandung-40-60-ton-setiap-hari-2134457

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO