Warga Diajak ke China, Pemkot Bogor Yakinkan Teknologi PSEL Modern Tak Timbulkan Bau

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya meredam kekhawatiran masyarakat terkait rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengajak perwakilan warga untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya edukasi kepada masyarakat agar memahami teknologi yang nantinya akan diterapkan di Kota Bogor. Pemkot berharap, dengan melihat langsung fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern, warga dapat memperoleh gambaran nyata bahwa sistem tersebut berbeda jauh dengan tempat pembuangan sampah konvensional yang identik dengan bau menyengat dan pencemaran lingkungan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa fasilitas PSEL yang direncanakan memiliki konsep modern dan tertutup, bahkan desain bangunannya disebut menyerupai pusat perbelanjaan atau mal.
“Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain,” ujar Jenal saat ditemui di Cibinong, Rabu.
Menurut Jenal, ajakan studi banding ke China sebenarnya telah disampaikan sebelumnya oleh pihak Danantara dalam agenda sosialisasi awal bersama masyarakat. Melalui kunjungan tersebut, warga dan pejabat pemerintah nantinya dapat menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi pengolahan sampah modern bekerja di negara tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihak Danantara berencana membawa perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi di China.
“Pihak Danantara akan mengajak perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk studi banding langsung ke China, menyaksikan bagaimana sebenarnya kondisi pengelolaan sampah,” katanya.
Meski rencana tersebut telah disampaikan, Jenal mengaku belum mengetahui secara detail mengenai jadwal keberangkatan maupun mekanisme pelaksanaan studi banding tersebut. Namun, ia memastikan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik terhadap proyek PSEL.
Pemkot Bogor juga menegaskan bahwa fasilitas yang akan dibangun nantinya tidak menggunakan sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka seperti yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat. Teknologi modern yang diterapkan diklaim mampu meminimalkan bau, mengendalikan pencemaran, serta mengolah sampah menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan.
Rencana pembangunan PSEL sendiri merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Bogor untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks. Volume sampah di Kota Bogor disebut terus meningkat setiap harinya, sementara kapasitas pengelolaan sampah yang ada saat ini dinilai semakin terbatas.
Dengan adanya fasilitas PSEL, pemerintah berharap persoalan penumpukan sampah dapat ditekan sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan tersebut. Teknologi ini juga dianggap menjadi solusi modern yang mulai banyak diterapkan di berbagai kota besar di dunia.
Namun di sisi lain, rencana pembangunan PSEL di kawasan Kayumanis masih menuai penolakan dari sebagian warga. Mereka khawatir keberadaan fasilitas tersebut akan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar, mulai dari bau tidak sedap, pencemaran udara, hingga gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
Selain persoalan dampak lingkungan, warga juga menilai lokasi pembangunan kurang tepat karena berada di kawasan permukiman yang cukup padat penduduk. Kekhawatiran itu membuat sebagian masyarakat meminta pemerintah untuk mengkaji ulang lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
Meski menghadapi penolakan, Pemkot Bogor menegaskan akan terus membuka ruang dialog dengan masyarakat agar proyek pengelolaan sampah modern ini dapat dipahami secara menyeluruh. Pemerintah berharap pendekatan edukatif, termasuk rencana studi banding ke China, dapat memberikan keyakinan bahwa teknologi PSEL yang akan dibangun aman dan tidak menimbulkan dampak seperti yang selama ini dikhawatirkan warga.
Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, proyek PSEL kini menjadi salah satu solusi yang banyak dipertimbangkan berbagai daerah di Indonesia. Namun keberhasilan proyek semacam ini dinilai tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada penerimaan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



