Praktik Baik

RT 02 dan 03 Kalukuang gandeng aktifis lingkungan wujudkan kawasan bebas limbah

Atasi Penumpukan TPA Tamangapa, Warga Kalukuang Makassar Gandeng Aktivis Olah Sampah Organik Lewat Maggot

Komunitas warga di tingkat rukun tetangga mulai mengambil langkah nyata untuk mengatasi krisis sampah di Kota Makassar. Pengurus RT 02 dan RT 03 (RW 03) Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, resmi bersinergi dengan Yayasan Pabbata Ummi Indonesia (Yapta UI) Edufarm guna mewujudkan kawasan bebas limbah (zero waste).

Sebagai langkah awal, sosialisasi perdana dan edukasi pemilahan sampah telah sukses diselenggarakan pada Minggu (21/6/2026) di lingkungan RT 02. Gerakan ini diinisiasi secara kolaboratif oleh Ketua RT 02, Risma Asriani Azis G., dan Ketua RT 03, Hj. Nurhana, guna mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar dalam mereduksi volume sampah kota.

Strategi Inti: Memutus Rantai Sampah Organik ke TPA

Fokus utama dari gerakan zero waste di Kelurahan Kalukuang ini adalah mencegat sampah organik (limbah basah rumah tangga) agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang.

Direktur Yapta UI Edufarm, Makmur, S.Sos, yang telah berpengalaman selama 30 tahun di kawasan TPAS Tamangapa, memaparkan urgensi dari gerakan berbasis komunitas ini:

Fakta Pengelolaan Sampah: Sampah organik menyumbang 50% hingga 70% dari total volume sampah yang masuk ke TPA. Masalah terbesar muncul karena sampah organik ini dibuang dalam keadaan tercampur dengan plastik, logam, dan kertas, sehingga memicu pembusukan anaerobik dan pembentukan gunungan sampah yang masif.

Solusi Biokonversi: Mengurai Sampah Menggunakan Larva Maggot

Untuk mempercepat penguraian limbah organik secara alami dan higienis, warga Kalukuang diperkenalkan pada metode biokonversi menggunakan larva maggot (Black Soldier Fly/BSF).

Metode ini dipilih karena efisiensinya yang sangat tinggi:

  • Kecepatan Penguraian: Larva maggot mampu mengurai ratusan kilogram hingga hitungan ton sampah organik setiap bulannya.
  • Nilai Ekonomi Sirkular: Selain menghabiskan sampah, maggot yang telah tumbuh besar (pupa) dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif tinggi protein untuk ternak dan ikan.

Integrasi Program Pertanian Perkotaan (Urban Farming)

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, program pendampingan teknis yang akan berjalan di lingkungan RT 02 dan RT 03 Kalukuang ini dirancang secara terintegrasi melalui beberapa sub-kegiatan:

  1. Edukasi Pemilahan Sejak dari Dapur: Memisahkan secara ketat sampah organik dan non-organik di tingkat rumah tangga.
  2. Pembuatan Kompos Mandiri: Mengolah sisa limbah organik yang tidak habis dikonsumsi maggot menjadi pupuk organik.
  3. Pekarangan Pangan Lestari: Memanfaatkan kompos hasil olahan untuk budidaya tanaman sayuran di lingkungan pemukiman warga.

Gerakan swadaya ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar yang menerjunkan tim penyuluh lapangan. Melalui pendampingan yang konsisten, kawasan ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi RT-RT lain di Kota Makassar dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan lingkungan.

sumber:
https://www.nusantarainsight.com/news/rt-02-dan-03-kalukuang-gandeng-aktifis-lingkungan-wujudkan-kawasan-bebas-limbah/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO