BNPB Minta Seluruh Daerah Waspadai Kebakaran TPA, Kasus Jatiwaringin Jadi Peringatan Nasional

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Peringatan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dijadikan sebagai alarm nasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Usai meresmikan Jembatan Bailey di Desa Plosogading, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat, Suharyanto menegaskan bahwa setiap pemerintah daerah harus segera memperkuat langkah-langkah pencegahan, terutama memasuki musim kemarau yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.
Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Membuahkan Hasil
Memasuki hari keempat penanganan, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik api terus berkurang berkat operasi pemadaman terpadu yang dilakukan melalui jalur darat dan udara.
BNPB mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan water bombing, sementara tim gabungan di lapangan melakukan penyemprotan air menggunakan jaringan pipa dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Api memang belum sepenuhnya padam, tetapi sudah jauh mengecil dan menunjukkan hasil yang baik. Target kami hari ini penanganannya bisa selesai,” ujar Suharyanto.
Daerah Diminta Segera Periksa Kondisi TPA
Menurut Suharyanto, kebakaran TPA Jatiwaringin harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah. Setiap kabupaten dan kota yang memiliki fasilitas TPA diminta segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi tempat pembuangan sampah serta memperkuat sistem mitigasi kebakaran.
Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat musim kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya titik api akibat akumulasi gas metana, suhu tinggi, maupun faktor lainnya di kawasan TPA.
Belajar dari Kebakaran TPA Tahun 2023
BNPB juga mengingatkan bahwa kebakaran TPA bukanlah kejadian baru. Pada tahun 2023, sedikitnya 18 Tempat Pemrosesan Akhir di berbagai daerah, termasuk di sejumlah kota besar, mengalami kebakaran yang menimbulkan gangguan lingkungan, pencemaran udara, hingga menghambat operasional pengelolaan sampah.
Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai kasus Jatiwaringin menular ke daerah lain. Seluruh kabupaten dan kota yang memiliki TPA harus benar-benar melakukan pengecekan dan meningkatkan kewaspadaan,” tegas Suharyanto.
Mitigasi Jadi Kunci Pencegahan
BNPB menilai pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran TPA. Pemerintah daerah didorong melakukan berbagai upaya mitigasi, antara lain:
- Melakukan inspeksi rutin terhadap kondisi TPA.
- Mengendalikan akumulasi gas metana yang mudah terbakar.
- Menyediakan sistem deteksi dini dan sarana pemadaman kebakaran.
- Mengelola timbunan sampah secara lebih baik untuk mengurangi potensi titik panas.
- Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan darurat.
Pengelolaan TPA yang Lebih Aman dan Berkelanjutan
Kasus kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan masyarakat dan ketahanan infrastruktur pengelolaan limbah.
Melalui peningkatan pengawasan, penguatan sistem mitigasi, serta pengelolaan TPA yang lebih modern dan berkelanjutan, pemerintah berharap risiko kebakaran dapat ditekan sehingga operasional tempat pemrosesan akhir tetap aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




