Berita

PLN Dukung PSEL Bali, 1.650 Ton Sampah per Hari Diubah Menjadi Listrik 30 MW

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bali resmi memasuki tahap baru setelah dilakukan penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) di Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kerja sama antara PT PLN (Persero), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy, PSEL Bali diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.650 ton sampah setiap hari dan menghasilkan listrik berkapasitas 30 megawatt (MW).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari strategi nasional dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.

Menurutnya, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi landasan penting untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Indonesia.

Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, hingga Danantara Indonesia yang telah mendukung dimulainya pembangunan PSEL Bali.

“Melalui regulasi yang lebih jelas, sinergi yang kuat, serta tata kelola yang baik, percepatan pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengolahan sampah menjadi energi merupakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menghasilkan pasokan listrik bersih.

Menurutnya, keberadaan PSEL akan mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi.

PLN, lanjut Darmawan, siap memastikan seluruh energi listrik yang dihasilkan dari PSEL dapat terserap secara optimal ke dalam sistem kelistrikan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian masalah sampah nasional.

Menurutnya, penerapan teknologi pengolahan sampah modern diharapkan mampu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pengelolaan limbah di Indonesia.

“Pembangunan PSEL dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta standar tata kelola terbaik,” katanya.

Di tingkat daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster menilai kehadiran PSEL akan memberikan dampak besar terhadap kualitas lingkungan sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Ia optimistis pengelolaan sampah yang lebih baik akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat sehingga mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Pulau Dewata.

PSEL Bali merupakan bagian dari program pembangunan 11 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, proyek tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 14.928 ton sampah per hari dengan total kapasitas pembangkitan listrik mencapai 310,3 MW.

Melalui proyek ini, pemerintah bersama PLN berharap persoalan sampah tidak hanya dapat dikendalikan, tetapi juga menjadi sumber energi baru terbarukan yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mewujudkan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

https://kilasbumn.kompas.com/pln/read/2026/07/10/200926426/pln-dukungproyek-raksasa-psel-balisulap-1650-ton-sampah-jadi-setrum-30-mw

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO