Analisis Potensi off-taker Refuse Derived Fuel (RDF)

Indonesia memiliki target ambisius untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam upaya mewujudkan transisi energi yang krusial ini dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia telah menyusun Peta Jalan (Roadmap) Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN). Dokumen ini berfungsi sebagai panduan komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun dan mengembangkan ekosistem hidrogen dan amonia yang berkelanjutan di Indonesia. RHAN mencakup analisis mendalam mengenai perkembangan global dan nasional, proyeksi produksi (supply) dan pemanfaatan (demand), strategi implementasi, rencana aksi, serta prospek masa depan teknologi nol karbon ini di tanah air.
Penyusunan RHAN menggunakan pendekatan berbasis permintaan (Demand driven-Based Method), yang memastikan dokumen ini relevan dengan kebutuhan pasar dan adaptif terhadap dinamika eksternal serta global. Metodologi ini melibatkan analisis data, penilaian ahli melalui forum konsultasi dan FGD, serta proses konsensus dengan pemangku kepentingan. Roadmap ini membagi tahapan pengembangan hidrogen dan amonia menjadi tiga fase utama yang terukur: Fase Inisiasi (2025–2034), Fase Pengembangan dan Integrasi (2035–2045), dan Fase Akselerasi dan Berkelanjutan (2046–2060). Setiap fase memetakan rencana aksi pemanfaatan hidrogen dan amonia di berbagai sektor krusial, seperti transportasi, jaringan gas (jargas), pembangkit listrik, dan industri. Contohnya, pada fase Inisiasi, akan dimulai proyek percontohan transportasi berbasis hidrogen, pencampuran hidrogen ke dalam jaringan gas, uji coba co-firing amonia pada PLTU, dan inisiasi produksi pupuk urea berbasis blue ammonia dengan CCS.
Implementasi RHAN mencakup strategi pengembangan suplai hidrogen dan amonia bersih dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti surya, angin, dan hidro untuk elektrolisis, serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) untuk produksi blue hydrogen/ammonia. Infrastruktur distribusi juga menjadi fokus, melalui pengembangan jaringan pipa, transportasi darat, dan transportasi laut, termasuk penjajakan pipa hidrogen ke Singapura. Dokumen ini juga menetapkan skema monitoring dan evaluasi yang sistematis, mencakup penetapan KPI, pelaporan data real-time melalui portal digital, audit teknis, dan keterlibatan pemangku kepentingan secara berkala. Kesenjangan antara proyeksi permintaan dan suplai juga diidentifikasi, membuka peluang strategis untuk ekspor ke pasar global. Dengan langkah-langkah strategis yang terintegrasi ini, RHAN diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok hidrogen dan amonia global, sekaligus mempercepat pencapaian target dekarbonisasi nasional.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




