Berita

Tangerang Siapkan PSEL Mandiri, Target Kelola 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, mulai mengambil langkah baru dalam penanganan sampah dengan menyiapkan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara mandiri. Langkah ini dilakukan setelah proyek PSEL aglomerasi Tangerang Raya dipastikan batal dilanjutkan.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan Jatiuwung untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan lahan yang disiapkan bahkan telah ditinjau langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa hari lalu sebagai bagian dari proses awal studi kelayakan proyek.

Menurut Wawan, keputusan untuk tidak melanjutkan proyek PSEL Aglomerasi Tangerang Raya di kawasan Jatiwaringin telah melalui kajian mendalam. Pemkot Tangerang akhirnya memilih mengembangkan proyek secara mandiri karena dinilai lebih realistis dan efisien dari sisi pembiayaan.

“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor pembiayaan yang cukup besar bila diteruskan dengan skema aglomerasi, serta telah mendapatkan dukungan dari Gubernur Banten dan DPRD Kota Tangerang,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan bahwa skema mandiri sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama sebagai alternatif apabila proyek regional tidak berjalan sesuai rencana. Karena itu, setelah keputusan diambil, pemerintah langsung mengaktifkan proses pengembangan proyek tersebut.

Saat ini, Pemkot Tangerang menargetkan proses pembebasan lahan dapat segera diselesaikan agar tahapan berikutnya, termasuk studi kelayakan dan pelelangan proyek, bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Pemerintah berharap kerja sama pengembangan PSEL dengan pihak perusahaan dapat resmi diteken pada akhir tahun 2026.

“Kami langsung mengaktivasi skema pengembangan proyek PSEL secara mandiri yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Setelah diajukan, lahan yang disiapkan sudah ditinjau untuk dilakukan studi kelayakan, dilanjutkan pelelangan kalau semuanya sudah siap,” kata Wawan.

Lebih lanjut, Pemkot Tangerang menilai keberadaan PSEL sangat penting untuk menjawab persoalan darurat sampah yang semakin meningkat di wilayah perkotaan. Saat ini, Kota Tangerang menghasilkan sekitar 1.600 ton sampah setiap hari, sementara kapasitas penanganan yang tersedia masih terbatas.

Melalui proyek PSEL mandiri tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 1.000 ton sampah per hari dapat diolah menjadi energi listrik. Jika terealisasi, fasilitas ini akan menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“PSEL Kota Tangerang diperkirakan dapat berkontribusi mengelola sekitar 1.000 dari 1.600 ton sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya,” ujar Wawan.

Pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi kini menjadi salah satu pendekatan yang banyak dipilih kota-kota besar di Indonesia. Selain mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), sistem ini juga dinilai dapat mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Bagi Kota Tangerang, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, tantangan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, keberhasilan proyek PSEL mandiri diharapkan dapat menjadi langkah penting menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berdaya tahan lingkungan di masa depan.

https://www.antaranews.com/berita/5583663/pemkot-tangerang-siapkan-lahan-psel-mandiri-di-jatiuwung

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO