Baru Dilantik Jadi Presiden, Trump Langsung Tarik AS Keluar dari Perjanjian Paris

Setelah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump langsung mengambil langkah kontroversial dengan menandatangani perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris. Perjanjian Paris adalah pakta internasional yang diratifikasi oleh hampir semua negara di dunia untuk membatasi kenaikan suhu Bumi hingga 1,5 derajat Celsius demi mengatasi perubahan iklim.
“Saya segera menarik diri dari perjanjian iklim Paris yang tidak adil dan sepihak,” ujar Trump sebelum menandatangani perintah tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/1/2024).
Keputusan ini menandai kedua kalinya AS mundur dari Perjanjian Paris di bawah kepemimpinan Trump. Ia mengkritik perjanjian tersebut sebagai beban bagi industri dalam negeri AS, sementara negara lain, seperti China, menurutnya bebas mencemari lingkungan tanpa konsekuensi.
“AS tidak lagi menyabotasi industri dalam negeri saat China melakukan pencemaran lingkungan tanpa hukuman,” tegas Trump.
Respons Dunia Internasional
Dengan penarikan ini, AS kini bergabung dengan Iran, Libya, dan Yaman sebagai negara-negara yang tidak meratifikasi Perjanjian Paris.
Keputusan Trump menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Melalui juru bicaranya, Florencia Soto Nino, Guterres menegaskan pentingnya peran AS dalam isu lingkungan global.
“Sangat penting bagi AS untuk tetap menjadi pemimpin dalam isu lingkungan. Upaya kolektif berdasarkan Perjanjian Paris telah membuat perbedaan, tetapi kita perlu melangkah lebih jauh dan lebih cepat bersama-sama,” ujar Guterres.
Ia juga optimistis bahwa kota, negara bagian, dan bisnis di AS akan terus menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi rendah karbon meskipun pemerintah federal menarik diri dari perjanjian tersebut.
Sumber berita: Kompas.com.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




