Artikel

Dear Pemerintah Indonesia, ini pesan dari Hutan

Di tengah karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, muncul berbagai narasi mengenai pembakaran yang dilakukan untuk membuka dan mengalihfungsikan lahan: termasuk untuk kepentingan perkebunan. Pada akhirnya, alasan yang sering kita dengar kembali pada satu hal: ekonomi.

Seolah-olah ada keuntungan yang sedang dikejar.

Padahal ketika hutan terbakar, mari hitung juga apa yang sebenarnya kita bayar.

Hektare demi hektare habitat hilang. Keanekaragaman hayati ikut terbakar. Satwa yang berhasil melarikan diri belum tentu memiliki tempat untuk kembali. Asap mengancam kesehatan masyarakat. Dan sebagian kehilangan ekologis bahkan tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Jika demikian, apakah kita benar-benar sedang memperoleh keuntungan, atau justru sedang menciptakan kerugian besar-besaran bagi negara?

Ironisnya, di satu sisi negara bekerja menggagalkan perdagangan ilegal bertonton-ton sisik trenggiling.

Kita berusaha menyelamatkan spesies ini dari perdagangan ilegal.

Namun di sisi lain, apa artinya semua upaya itu jika kita gagal menjaga hutan tempat mereka hidup?

Tidak cukup menyelamatkan satwa dari tangan manusia.
Kita juga harus menyelamatkan rumah mereka dari api.

Karhutla bukan sekadar persoalan pohon yang terbakar. Ini adalah kehilangan habitat, keanekaragaman hayati, kesehatan masyarakat, fungsi ekosistem, dan kehidupan yang mungkin tidak pernah bisa kita pulihkan kembali.

Dear Pemerintah Indonesia,
jangan tunggu semuanya habis untuk menyadari betapa mahalnya harga yang harus kita bayar.

https://www.instagram.com/p/DdDTNLXEzGP

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO