Berita

Dino: target 100 GW energi bersih Prabowo realistis

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 100 gigawatt (GW) energi bersih dalam dua tahun sebagai langkah yang realistis. Dino merujuk pada capaian China yang mampu memproduksi 250 GW energi bersih hanya dalam waktu enam bulan.

Meski demikian, Dino memberikan sejumlah catatan krusial agar target ambisius tersebut tidak mangkrak di tengah jalan.

Faktor Kunci Keberhasilan Proyek

Menurut Dino, pencapaian target energi bersih Indonesia bergantung pada beberapa aspek utama:

  • Proyek Percontohan (Pilot Project): Diperlukan contoh proyek yang terbukti berhasil sebelum diterapkan secara masif di skala nasional.
  • Koordinasi Lintas Kementerian: Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 52 ribu desa dengan alokasi 1 hektare per desa membutuhkan integrasi kuat antara Kementerian ESDM, Kementerian Desa, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  • Dukungan Operasional: Keberhasilan potensi PLTS 17 GW yang digarap PLN membutuhkan pendanaan yang pasti, kepemimpinan yang tegas, serta konsistensi pelaksanaan.

Mencegah Korupsi & Menjaga Kepercayaan Investor

Dino secara khusus mengingatkan pentingnya transparansi dan bebas dari praktik korupsi. Belajar dari kendala tata kelola pada program-program besar sebelumnya, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau pengadaan kendaraan, risiko penyelewengan dana harus ditekan sejak awal.

“Saya yakin sekali 100 persen pasti ada orang yang mau memanfaatkan untuk memperkaya diri. Kalau sudah begitu, cari investor susah. Kita maunya investor percaya dengan tata kelola kita,” tegas Dino.

Krisis Iklim dan Peran Generasi Muda

Selain masalah teknis proyek, Dino menggarisbawahi dua hal esensial mengenai isu iklim di Indonesia:

  1. Perubahan Pola Pikir: Indonesia dinilai masih terlalu reaktif ketimbang preventif. Edukasi iklim perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional sejak dini.
  2. Periode Krusial 2020–2030: Dekade ini adalah jendela waktu terakhir untuk beralih ke pembangunan rendah karbon demi menahan kenaikan suhu global di batas 1,5°C.

Dino mendorong generasi muda untuk mengambil aksi nyata karena generasi saat ini merupakan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan bumi sebelum dampaknya terkunci pada 2050.

Catatan Latar Belakang Proyek & Agendanya

  • Rencana Presiden Prabowo: Diungkapkan pada peluncuran mandatori B50 di Karawang (9 Juli), pembangunan PLTS 100 GW ditargetkan selesai dalam 2 tahun demi kemandirian energi dan penurunan emisi.
  • Langkah Awal PLN: Pada tahun 2026, PLN telah memulai tahap awal pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW.
  • Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026: FPCI bakal menggelar INZS pada 1 Agustus 2026 di Jakarta untuk mendorong aksi iklim sebagai prioritas nasional serta menunjukkan potensi transisi energi terhadap pertumbuhan ekonomi.

sumber:

https://www.antaranews.com/berita/5657971/dino-target-100-gw-energi-bersihprabowo-realistis

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO